Bagi BNI, menjaga kepercayaan nasabah dimulai dari bagaimana kami memberikan layanan dalam keseharian.

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus meningkatkan kualitas layanan menyesuaikan produk dan kanal perbankan terhadap kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

Menurut perseroan, penguatan layanan digital menjadi salah satu fokus untuk mempermudah transaksi, sementara pelayanan di kantor cabang terus disempurnakan agar nasabah memperoleh solusi sesuai kebutuhan.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa perubahan kebiasaan nasabah mendorong perbankan untuk terus menyesuaikan cara memberikan layanan.

Menurutnya, kemudahan transaksi perlu berjalan seiring dengan kualitas pelayanan dan kemampuan memahami kebutuhan nasabah.

“Bagi BNI, menjaga kepercayaan nasabah dimulai dari bagaimana kami memberikan layanan dalam keseharian. Kami terus mengembangkan layanan digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di kantor cabang agar nasabah semakin mudah memenuhi kebutuhan perbankannya,” kata Okki.

Pada segmen ritel, BNI mengandalkan wondr by BNI sebagai salah satu kanal utama layanan digital.

Hingga September 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 16,6 juta atau tumbuh 58 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan nilai transaksi mencapai Rp1.774 triliun atau meningkat 25 persen (yoy).

Perseroan juga memperluas pilihan layanan untuk menjangkau kebutuhan nasabah yang lebih beragam, salah satunya melalui wondrZ yang diperuntukkan bagi anak dan remaja.

Sedangkan di segmen bisnis dan korporasi, BNIdirect mencatat nilai transaksi Rp9.324 triliun hingga kuartal III-2026 atau tumbuh 16 persen (yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 293 ribu atau meningkat 19 persen (yoy).

Perseroan turut mengembangkan wondr Merchant untuk membantu pelaku usaha menerima pembayaran digital dan mengelola aktivitas transaksi sehari-hari.

Pertumbuhan aktivitas pada platform digital tersebut turut mendukung penguatan dana murah BNI. Hingga kuartal III-2026, CASA tumbuh 19,6 persen (yoy) menjadi Rp733,7 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan CASA industri perbankan sebesar 9,7 persen.

Penguatan struktur pendanaan tersebut memberikan ruang bagi BNI untuk menjaga kapasitas intermediasi. Hingga kuartal III-2026, kredit BNI tumbuh 22,2 persen (yoy).

Menurut Okki, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa penguatan layanan digital tidak hanya memberikan kemudahan bagi nasabah, tetapi juga semakin terhubung dengan pertumbuhan bisnis perseroan.

Perseroan juga memanfaatkan teknologi untuk mendukung layanan sektor publik. Pengembangan tersebut memperoleh pengakuan melalui tiga penghargaan GovMedia Awards 2026 di Singapura dalam kategori Digital Initiative, Process Optimization, dan Public Sector Initiative.

“Penguatan layanan digital tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. BNI terus membangun pengalaman nasabah yang konsisten melalui penguatan layanan di sisi depan yang ditopang keandalan operasional, sistem, dan infrastruktur di back end,” kata Okki.

Upaya tersebut turut memperoleh pengakuan melalui Danantara Indonesia CX100 Award 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 13 Oktober 2026. BNI meraih posisi Top 3 sektor Financial Services dan Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik.

Penilaian dalam ajang tersebut mencakup tiga aspek, yakni effectiveness, ease, dan emotion, yang menilai kemampuan layanan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, kemudahan akses, serta pengalaman selama berinteraksi dengan perusahaan.

Bagi perseroan, hasil penilaian tersebut menjadi masukan untuk terus menentukan prioritas perbaikan layanan dan pengembangan kanal digital.

Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, perseroan menyatakan terus memperkuat transformasi pelayanan melalui peningkatan kapabilitas digital, keandalan operasional, dan kualitas interaksi dengan nasabah.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, konsisten, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Baca juga: BNI Pertahankan Predikat Tertinggi Penerapan GCG Dua Tahun Berturut-turut

Baca juga: BNI catat laba operasional sebelum pencadangan Rp27,5 triliun

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Rizka Khaerunnisa

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira