Jakarta (ANTARA) - Beras menjadi salah satu makanan pokok yang hampir selalu ada di menu sehari-hari masyarakat Indonesia.

Bahkan, sampai ada ungkapan populer seperti “belum makan kalau belum makan nasi”. Makannya, tidak aneh jika sebagian orang Indonesia mengonsumsi nasi dengan mie atau martabak asin.

Namun, tahukah bahwa beras memiliki beberapa jenis dengan kandungan nutrisi yang berbeda? Dua diantaranya yang cukup terkenal adalah beras merah dan beras putih.

Lalu, apa perbedaan antara kedua jenis beras tersebut? Dan manakah yang paling sehat? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Matcha vs kopi, mana yang lebih sehat? Ini perbandingannya

Perbedaan kandungan nutrisi

Mungkin beberapa orang belum mengetahui bahwa beras putih awalnya berasal dari beras merah. Yang membuatnya berubah adalah proses pengolahannya. Proses penggilingan menghilangkan sekam, lapisan dedak, dan tembaga pada beras.

Sayangnya, proses ini juga membuat serat, vitamin, dan mineral pada beras putih berkurang. Hal inilah yang membuat serat, protein, dan lemak pada beras merah lebih unggul dibanding beras putih.

Pada jumlah yang sama, beras merah memiliki satu sampai tiga gram serat lebih banyak. Serat memiliki banyak manfaat mulai dari mengatasi sembelit, menurunkan kolesterol, menurunkan risiko penyakit jantung, menstabilkan kadar gula darah, hingga mengontrol berat badan.

Bukan hanya serat saja, beras merah juga mengandung magnesium lebih banyak dari beras putih. Satu porsi beras merah yang matang bisa memenuhi kurang lebih 11 persen kebutuhan magnesium harian. Magnesium diketahui baik untuk kesehatan tulang dan otot.

Beras merah juga memiliki kandungan fosfor, mangan, dan vitamin B6 yang melimpah. Bahkan, kandungan zinc, niasin,dan tiamin pada beras merah juga lebih banyak dibandingkan beras putih.

Baca juga: Kopi panas vs es kopi, mana yang lebih sehat? Ini faktanya

Lebih baik beras merah atau beras putih?

Jawabannya adalah tergantung dengan kondisinya. Kandungan salah satu jenis beras mungkin lebih baik dibandingkan yang lain pada kondisi tertentu. Berikut adalah penjelasan perbandingan keduanya berdasarkan kondisi kesehatan seseorang.

Mengutip Medical News Today, jika dibandingkan beras putih, beras merah mempunyai fosfor dan kalium yang lebih banyak. Penderita penyakit ginjal sebaiknya memilih beras putih karena kedua nutrisi tersebut perlu dibatasi asupannya.

Penyakit ginjal mengurangi kemampuan ginjal untuk mengontrol kadar fosfor dan kalium pada tubuh. Kadar kalium yang terlalu tinggi justru bisa memicu serangan jantung. Oleh karena itu, sebaiknya penderita penyakit ginjal lebih baik mengonsumsi beras putih dibandingkan merah.

Selain itu, seseorang yang mengalami diare, radang usus, divertikulitis, penyumbatan karena kanker kolorektal, atau pernah menjalani operasi saluran pencernaan mungkin disarankan untuk diet rendah serat. Pilihlah beras putih untuk dikonsumsi karena mengandung serat yang lebih rendah.

Sebaliknya, bagi orang yang membutuhkan banyak serat disarankan untuk mengonsumsi beras merah. Beberapa masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, stroke, obesitas, penyakit jantung, dan sembelit sering disarankan mengonsumsi makanan yang tinggi serat.

Baca juga: Benarkah nasi dingin lebih sehat? Ini manfaat dan risikonya

Baca juga: Benarkah sayuran segar lebih sehat dibandingkan sayuran beku?

Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Raissa Kusuma Hapsari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira