Kami melihat memang permintaan kredit ada kenaikan, itu sebabnya kenapa loan BCA (hingga triwulan III 2026) juga naik

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkirakan penyaluran kredit perseroan pada 2026 tumbuh di kisaran 10–12 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau berada di atas proyeksi semula, seiring dengan permintaan yang meningkat.

Adapun hingga September 2026, penyaluran kredit BCA tercatat tumbuh 12,6 persen (yoy) menjadi Rp1.063 triliun.

“Kami melihat memang permintaan kredit ada kenaikan, itu sebabnya kenapa loan BCA (hingga triwulan III 2026) juga naik,” kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih menambahkan bahwa peningkatan kredit juga berkaitan dengan tingginya aktivitas bisnis menjelang momentum perayaan besar seperti Natal, Tahun Baru Masehi, Tahun Baru Imlek, hingga Lebaran atau Idul Fitri.

“Biasanya 4–5 bulan sebelumnya, tentunya pelaku bisnis membutuhkan procurement dan production early untuk mengantisipasi. Jadi ini memang seasonality yang biasanya setiap tahun mengalami peningkatan,” kata John.

Menurut dia, penggunaan pinjaman atau loan usage juga mengalami peningkatan. Selain itu, perseroan memandang adanya akselerasi permintaan kredit, terutama pada kredit modal kerja sebagai antisipasi terhadap faktor musiman atau momentum perayaan besar.

Secara sektoral, John mencatat beberapa sektor yang mendukung pertumbuhan kredit korporasi seperti pertanian dan perkebunan (agriculture dan plantation), infrastruktur dan transportasi, energi dan pembangkitan listrik (power generation), serta teknologi dan infrastruktur digital.

Baca juga: Laba BCA capai Rp45,2 triliun per triwulan III 2026, tumbuh 4,2 persen

Baca juga: BCA lanjutkan fasilitas sertifikasi halal, sasar 61 UMKM

“Jadi ini merupakan beberapa sektor yang mengalami pertumbuhan dengan baik. Dan ke depannya, tentu saja permintaan terhadap ini akan terus mengalami peningkatan,” kata dia.

Sedangkan dari sisi kredit UKM, beberapa sektor yang mendukung pertumbuhan kredit pada segmen ini antara lain perdagangan besar dan eceran, jasa bisnis, transportasi dan logistik, serta industri pengolahan makanan dan minuman.

Direktur BCA Vera Eve Lim menyampaikan bahwa perseroan sebelumnya menetapkan pertumbuhan kredit pada 2026 di kisaran 8—10 persen, sebagaimana dalam rencana bisnis bank (RBB).

Namun, memperhatikan tingginya permintaan kredit, perseroan melihat proyeksi pertumbuhan kredit BCA untuk tahun 2026 bisa melebihi angka 10 persen, tepatnya kisaran 10—12 persen.

“Jadi, di rencana awal kami adalah 8–10 persen. Namun mempertimbangkan perkembangan memasuki kuartal ketiga, perkiraan kami terakhir adalah pertumbuhan untuk 2026 bisa mencapai double digit, yaitu di kisaran 10—12 persen,” kata Vera.

Adapun net interest nargin (NIM) diperkirakan akan terjaga pada kisaran yang tidak jauh berbeda dari capaian triwulan III 2026. Berdasarkan laporan keuangan perseroan per September 2026, NIM BCA tercatat sebesar 5,41 persen.

Sementara non-performing loan (NPL) juga diperkirakan terus stabil. NPL gross per September 2026 tercatat 1,79 persen atau membaik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 2,10 persen.

“Target kami NPL itu ada di kisaran 1,8—2 persen,” ujar Vera.

Sehubungan dengan penurunan giro wajib minimum (GWM), Vera menyebutkan bahwa kebijakan tersebut memberikan dampak positif bagi perseroan, dengan besaran pelonggaran yang didapatkan mendekati 1 persen.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu mendukung pertumbuhan di industri perbankan,” kata Vera.

Secara industri, berdasarkan catatan Bank Indonesia, kredit perbankan pada September 2026 tumbuh 13,26 persen (yoy).

Kinerja ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang masing-masing tumbuh sebesar 23,20 persen (yoy), 11,89 persen (yoy), dan 4,86 persen (yoy).

Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tercatat lebih rendah yakni 8,22 persen (yoy). BI memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2026 dalam kisaran 8-12 persen.

Baca juga: BCA: Potensi ekspor UMKM binaan di TEI 2026 capai Rp148,75 miliar

Baca juga: BCA ajak agen perjalanan internasional kunjungi desa wisata binaan

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Rizka Khaerunnisa

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira