Cirebon (ANTARA) - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis), Jawa Barat, menuntaskan penanganan kekeringan pada 15.851,47 hektare lahan pertanian dari total 18.898,2 hektare sawah terdampak di wilayah kerjanya hingga 29 Oktober 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBWS Cimancis Zulyana Tandju dalam keterangannya di Cirebon, Jumat, mengatakan penanganan dilakukan melalui pengaturan distribusi air, pompanisasi, serta perbaikan jaringan irigasi untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.

“Penanganan kekeringan kami lakukan melalui berbagai upaya, mulai dari pengaturan giliran air, pompanisasi, hingga perbaikan dan normalisasi jaringan irigasi,” katanya.

Ia menyebutkan dari total lahan terdampak, seluas 2.745,23 hektare masih dalam proses penanganan, sedangkan 301,50 hektare lainnya tidak memerlukan penanganan lanjutan.

Menurut dia, penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan ketersediaan sumber air di setiap wilayah, sehingga distribusi air dapat menjangkau lahan pertanian yang mengalami kekurangan pasokan.

Baca juga: BBWS Cimancis percepat normalisasi sungai di Cirebon guna cegah banjir

Baca juga: BBWS Cimancis tangani tanggul amblas akibat erosi di Indramayu

Berdasarkan data, kata dia, selama periode tersebut tercatat 220 kejadian kekeringan dan dampak terkait, terdiri atas 147 kejadian pada lahan pertanian, 71 kejadian di permukiman, serta dua kejadian kebakaran hutan dan lahan.

“Kabupaten Cirebon menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 76 kejadian, disusul Indramayu, Brebes, dan Majalengka masing-masing 35 kejadian, Sumedang 22 kejadian, Kuningan 14 kejadian, serta Garut tiga kejadian,” ujarnya.

Di Kabupaten Indramayu, lanjut dia, penanganan dilakukan melalui pompanisasi, pengaturan giliran air, pembersihan sedimen, dan penambahan suplai air.

“Untuk di Kabupaten Cirebon dilakukan pompanisasi, pembersihan saluran, serta perbaikan pintu air,” katanya.

Selain penanganan lahan pertanian, BBWS Cimancis telah menyalurkan 458.550 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan air.

Ia memastikan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan mengerahkan sarana pendukung sesuai kebutuhan di lapangan.

“Petani dan masyarakat diimbau menghemat penggunaan air serta mematuhi jadwal pembagian air agar distribusi dapat berjalan tertib dan menjangkau wilayah terdampak,” ucap dia.

Baca juga: BBWS Cimancis terapkan gilir darurat-pompa atasi kekeringan di Cirebon

Baca juga: BBWS Cimancis siapkan pompa surya guna antisipasi dampak kemarau 2026

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Fathnur Rohman

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira