Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menjajaki kerja sama strategis dengan Organization of Islamic Cooperation (OIC) Youth untuk memperkuat ekosistem diplomasi zakat di tingkat mancanegara.

Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi Baznas RI Syarifuddin mengatakan pihaknya membuka peluang kerja sama dalam program pendayagunaan dan pemberdayaan mustahik termasuk dalam agenda International Islamic Youth Policy Strategic Dialogue 2026 yang akan digelar OIC Youth pada 7 Desember 2026 mendatang, hingga membangun jejaring internasional untuk mendorong potensi zakat diaspora di negara-negara anggota OIC.

"Dialog internasional itu memang kita harus realistis, upaya ini harus kita terus dorong agar semangat diplomasi zakat ini jalan. Jadi silakan kalau mungkin ada program yang lebih riil yang dengan jaringannya bisa mendorong potensi zakat di masing-masing negara," katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Baznas RI berharap model pengelolaan zakat berbasis masyarakat dari Indonesia dapat menjadi rujukan dan inspirasi praktik baik bagi negara-negara Muslim lainnya.

Baca juga: Baznas RI perkuat sinergi filantropi Islam global dengan AVPN

Selain itu, kata Syarifuddin, Baznas RI terus memantapkan peran kepemimpinan strategisnya di kancah internasional seperti upaya menduduki posisi kunci di forum zakat dunia atau World Zakat and Waqf Forum (WZWF), sekaligus menggemakan keunggulan model pengelolaan zakat khas Indonesia ke tingkat global.

"Nanti teman-teman di OIC Youth kita bisa siapkan satu skema kerja sama yang nanti bisa mendorong program bersama. Jadi OIC satu sisi kita kerja sama program, tapi penguatan potensi zakat juga," ujarnya.

Sementara itu, Presiden OIC Youth Indonesia Astrid Nadya Rizqita mengatakan kegiatan International Islamic Youth Policy Strategic Dialogue 2026 akan diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan pemuda, mahasiswa, dan santri, serta dihadiri perwakilan korps diplomatik dari 30 negara anggota OKI dan negara observer.

Astrid mengatakan, Indonesia yang berpopulasi Muslim terbesar berkali-kali tercatat sebagai negara paling dermawan di dunia, bahkan selama pandemi COVID-19, sehingga kedermawanan masyarakat ini perlu dikelola agar terdistribusi dengan baik.

Baca juga: Baznas RI dan Pemuda Masjid Dunia berkolaborasi tangani kemiskinan

"Salah satu isu yang kami angkat di agenda ini juga adalah mengenai inclusive finance dan sustainable energy," ucap Astrid.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Sean Filo Muhamad

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira