Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta koperasi mengembangkan usaha di sektor produksi agar tidak hanya berperan sebagai distributor atau penyalur barang, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Direktur Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bappenas Mahatmi Parwitasari Saronto mengatakan pengembangan usaha koperasi perlu disesuaikan dengan potensi ekonomi masing-masing daerah, sehingga dapat mendorong aktivitas produksi dan perputaran ekonomi lokal.
"Kami mendorong agar koperasi dapat mengembangkan usaha berdasarkan potensi yang ada di daerahnya,” kata Mahatmi dikutip dari siaran pers di Jakarta, Sabtu.
Mahatmi menyampaikan hal tersebut saat meninjau Program Inkubasi Bisnis Koperasi 2026 yang dijalankan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi bersama Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBI) Ikopin.
Menurut dia, pelaksanaan program pendampingan perlu dievaluasi berdasarkan dampaknya terhadap perkembangan usaha dan peningkatan omzet koperasi.
Program yang dimulai pada Mei 2026 itu melibatkan 16 koperasi di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, terdiri atas 14 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan dua koperasi reguler.
LPDB Koperasi mencatat dari jumlah tersebut, sebanyak 12 koperasi bergerak di bidang perdagangan dan sembako, tiga koperasi di sektor pertanian dan agribisnis, serta satu koperasi di bidang peternakan.
Hasil pemantauan per 18 Oktober 2026 menunjukkan rata-rata capaian indikator kinerja atau objective and key results (OKR) 16 koperasi meningkat menjadi 84,81 persen dari 78,94 persen pada September.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman mengatakan program inkubasi diarahkan untuk memperkuat tata kelola dan kemandirian koperasi agar memiliki usaha berkelanjutan serta siap mengakses pembiayaan.
Menurut Deva, program inkubasi harus mampu menangkap potensi lokal dari masing-masing koperasi.
“Kami ingin koperasi tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi benar-benar berkembang, memiliki usaha yang berjalan, tata kelola yang baik, dan pada akhirnya siap mengakses pembiayaan LPDB Koperasi untuk memperbesar skala usahanya," ujar Deva.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Shofi Ayudiana
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira