Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Bappenas (Kementerian PPN/Bappenas) mengungkapkan kekayaan hayati Indonesia dapat menjadi mesin kuat bagi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal tersebut, menurut keterangan Bappenas, yang diterima di Jakarta, Jumat, disampaikan oleh Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A A Teguh Sambodo dalam agenda peluncuran laporan bertajuk “The Value of Biosolutions: Growth and Prosperity to 2035 – Indonesia Edition".
Laporan yang disusun oleh Amsterdam Data Collective (ADC) atas prakarsa Novonesis bekerja sama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Denmark itu merupakan kajian komprehensif pertama yang mengukur potensi dan nilai ekonomi biosolusi secara spesifik di Indonesia.
“Temuannya memberi kita bukti, arah, dan keyakinan bahwa kekayaan hayati Indonesia dapat menjadi mesin kuat bagi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Biosolusi bukan sektor yang berdiri sendiri. Biosolusi adalah pendorong lintas klaster yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan nilai tambah di seluruh bioekonomi,” ujar Teguh.
Indonesia disebut berpotensi menghasilkan biosolusi melalui pengembangan inovasi hayati. Biosolusi sendiri merupakan teknologi berbasis makhluk hidup yang dimanfaatkan untuk mengatasi masalah lingkungan, pangan, dan energi, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.
Kajian The Value of Biosolutions memproyeksikan nilai ekonomi biosolusi di Indonesia naik hampir tiga kali lipat, dari hampir 1 miliar dolar AS saat ini menjadi 2,3 miliar dolar AS pada 2035. Setiap satu lapangan kerja di industri biosolusi akan menyerap 3,8 pekerjaan tidak langsung di industri lain, lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 2,4.
Peluncuran itu dilakukan untuk mendukung penyusunan Peta Jalan Pengembangan Bioekonomi Indonesia yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Langkah ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 yang menempatkan bioekonomi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Pengembangan bioekonomi akan difokuskan pada klaster pangan, energi, kesehatan, kosmetik, biomaterial, dan jasa lingkungan,” ujar dia.
Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, Timor-Leste, Papua Nugini, dan ASEAN Sten Frimodt Nielsen mengatakan bahwa biosolusi membuka peluang baru bagi kerja sama Indonesia dan Denmark, yang tahun lalu merayakan 75 tahun hubungan diplomatik.
“Jika kita diberi pilihan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, kita sering merasa harus memilih salah satu. Tapi bagaimana jika inovasi dapat membantu kita mencapai keduanya. Di sinilah biosolusi dapat membuat perbedaan,” kata Sten.
Dia mengatakan salah satu pelajaran penting dari pengalaman pihaknya ialah inovasi membutuhkan kondisi yang tepat agar berhasil, regulasi yang jelas, investasi dalam riset dan pengembangan, serta kerja sama erat antara pemerintah, industri, dan akademisi.
Sementara itu, Country Manager Novonesis Indonesia Ang Yonny Setiady menyuarakan optimisme terhadap posisi Indonesia di kawasan.
“Indonesia memiliki modalitas dan ambisi yang kuat untuk menjadi pemimpin bioekonomi di Asia Tenggara. Melalui intervensi kebijakan yang tepat, biosolusi akan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan mengakselerasi pencapaian Visi Indonesia Emas 2045,” ujar Yonny.
Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Dadang Jainal Mutaqin turut menekankan pentingnya kemandirian bioekonomi berbasis modal domestik.
Pengembangan bioekonomi nasional dinilai harus bertumpu pada aset Indonesia sendiri, yaitu mikroba indigenous, pengetahuan lokal, serta basis riset nasional yang ditopang kepastian pasar melalui kebijakan strategis seperti mandatori B50 dan E20.
Peta Jalan yang sedang disusun diharapkan dapat mendorong komersialisasi riset, menyediakan fasilitas pilot plant, menjamin kepastian regulasi dan pembiayaan, serta memastikan pembagian manfaat yang adil bagi masyarakat.
Seluruh temuan dalam laporan dan aspirasi dari diskusi panel tersebut akan diintegrasikan dalam penyusunan Peta Jalan Bioekonomi Indonesia yang disusun secara inklusif dan partisipatif. Laporan The Value of Biosolutions: Growth and Prosperity to 2035 – Indonesia Edition dapat diunduh secara lengkap melalui laman resmi www.thevalueofbiosolutions.com.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · M Baqir Idrus Alatas
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira