Jakarta (ANTARA) - Patah hati bukanlah situasi yang mudah untuk dihadapi. Wajar jika beberapa orang merasa berat untuk menjalani hari-harinya dan sulit untuk bangkit dari kondisi tersebut.

Tubuh ternyata mengalami berbagai macam reaksi saat sedang patah hati. Reaksi tersebut yang mengakibatkan seseorang merasa sulit tidur, tidak nafsu makan, mengisolasi diri, hilang motivasi, bahkan stres saat patah hati.

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh saat patah hati? Simak penjelasannya di bawah ini.

Baca juga: Tanda-tanda Anda belum benar-benar move on dari mantan

Perubahan emosi saat patah hati

Perasaan pertama yang akan muncul setelah patah hati adalah rasa gagal dan kecewa. Seseorang mungkin akan merasakan penyesalan karena belum bisa menjadi pasangan yang cukup baik.

Berakhirnya suatu hubungan juga bisa membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri. Mereka akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan situasi tersebut dan menemukan dirinya lagi.

Seseorang yang sedang patah hati biasanya akan merasa khawatir berlebihan yang membuat hati dan pikirannya tidak tenang, berubahnya nafsu makan, hilangnya motivasi, depresi, dan lain-lain.

Patah hati juga memungkinkan seseorang untuk menarik diri dari teman dan keluarga. Mereka cenderung akan mengisolasi diri dari orang terdekat. Menyendiri dan terus berlarut dalam kesedihan justru akan membuat perasaan semakin kacau.

Menyembuhkan patah hati nyatanya juga memerlukan proses yang panjang. Proses ini mirip dengan tahapan berduka, seperti penolakan, amarah, depresi, hingga penerimaan.

Beberapa orang yang sulit move on biasanya terus memikirkan hubungan yang telah berakhir. Situasi ini juga akan menyebabkan proses patah hati akan lebih lama dan timbul perasaan susah melanjutkan hidup.

Baca juga: 10 Kesalahan yang sebaiknya Anda hindari setelah putus cinta

Pengaruh patah hati pada tubuh

Menurut Verywell Mind, patah hati juga menimbulkan berbagai gejala fisik pada tubuh kita. Gejala fisik biasanya timbul bersamaan dengan masalah mental. Hal ini bisa sangat melelahkan bagi jiwa dan raga seseorang.

Pada awal fase patah hati, seseorang akan mengalami gangguan tidur seperti insomnia. Efek stres karena putus bisa membuat seseorang cemas dan memikirkan banyak hal sehingga tidur menjadi tidak nyenyak.

Selain itu, patah hati akan membuat jantung berdebar lebih sering. Terdapat beberapa kasus putus cinta yang menyebabkan gejala seperti serangan jantung. Situasi ini biasanya disebabkan dari perasaan stres seperti kematian atau berakhirnya hubungan.

Patah hati juga bisa membuat daya tahan tubuh menjadi lemah. Seseorang akan lebih mudah untuk jatuh sakit karena rentan terkena virus dan infeksi. Stres yang berlangsung lama juga menjadi penyebabnya.

Rasa sedih setelah berpisah juga berpengaruh pada respons tubuh. Salah satunya berupa perubahan aktivitas psikomotor yang dapat membuat seseorang menjadi gelisah, sulit diam, dan berbicara lebih cepat atau lambat dari biasanya.

Gejala fisik tersebut bisa memiliki dampak lebih lanjut seperti rambut yang mudah rontok, perubahan berat badan, dan hormon dopamin yang mempengaruhi suasana hati seseorang.

Respons otak saat patah hati

Melansir dari Healthline, seseorang yang baru patah hati memperlihatkan aktivitas otak yang sama terhadap rasa sakit fisik ketika diperlihatkan foto mantan pasangan. Menurut para ahli, perasaan dari penolakan serta rasa sakit fisik dan emosional diproses di lokasi otak yang sama.

Hal ini mungkin saja terjadi karena saraf simpatik dan parasimpatik aktif seiringan. Aktifnya kedua saraf tersebut bisa menyebabkan tubuh terasa tidak nyaman bahkan dapat menimbulkan nyeri dada.

Baca juga: 10 cara mengatasi sedih setelah putus cinta, bantu move on lebih cepat

Baca juga: 10 Cara move on setelah putus cinta yang sehat dan efektif

Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Raissa Kusuma Hapsari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira