Jakarta (ANTARA) - Perusahaan kecerdasan artifisial (AI), Anthropic, menyatakan perusahaannya makin dekat dengan model AI yang dapat membangun dirinya sendiri atau disebut dengan AI recursive self-improvement (RSI).
Kabar ini mungkin tak terlalu disorot karena Anthropic baru merilis laporan keuangan terbarunya yang menunjukkan meski pendapatan perusahaan meningkat, pengeluarannya juga tak kalah mengimbangi.
Mengutip TechCrunch, Senin (2/11) waktu setempat, kabar AI RSI itu ternyata terselip sebagai detail kecil dari laporan tersebut.
Dalam laporan itu, perusahaan yang dipimpin Dario Amodei itu menyebut bahwa mereka berada di persimpangan dalam penciptaan model AI yang mampu memperbaiki dirinya sendiri.
RSI menjadikan AI menjadi sangat mahir dalam melatih dirinya sendiri sehingga memicu percepatan dramatis kemampuan AI.
Baca juga: Claude dilarang buat gim tiruan cegah pelanggaran hak cipta
Bagi para orang yang pesimistis dan meyakini kiamat disebabkan oleh AI, fenomena RSI ini mewakili malapetaka yang tidak dapat dihindari.
RSI memungkinkan AI membangun dirinya sendiri menjadi sesuatu yang cukup kuat sehingga lepas kendali dari manusia dan mungkin acuh tak acuh terhadap kerusakan yang ditimbulkannya saat mencapai tujuan.
Akan tetapi, bagi mereka yang memandang AI secara optimistis, RSI atau beberapa AI yang andal menguji dirinya sendiri untuk meningkatkan kinerja mewakili visi bahwa teknologi ini dapat menjadi alat produktivitas yang tak terbayangkan.
Berkaca dari dua sudut pandang tersebut, Anthropic tampaknya menyakini bahwa RSI memang memiliki potensi keduanya.
Dalam dokumen laporan keuangan yang diajukan ke pemerintah AS, Anthropic menyatakan perusahaan memang menggunakan AI dalam penelitian dan pengembangannya.
Meski begitu mereka memperingatkan: “Menggunakan AI untuk membantu membangun AI yang lebih mumpuni juga dapat menimbulkan risiko keselamatan yang cukup besar, terutama jika hal itu secara drastis mempercepat laju kemajuan. Ini adalah salah satu area yang tercakup dalam Kebijakan Skalabilitas Bertanggung Jawab kami, yang menetapkan rencana kami untuk memantau dan mengurangi risiko saat kami mendekati apa yang disebut 'peningkatan diri rekursif'.
Istilah RSI sebenarnya menjadi populer di awal 2026, namun saat populer banyak yang menduga hal itu hanya tren yang bakal terlupakan.
Baca juga: Anthropic sisihkan lima persen saham untuk dana kesejahteraan publik
Namun belum sempat tahun berganti dan kini Anthropic sudah berada di persimpangan menuju RSI tersebut. Mereka bahkan menambahkan pernyataan baru ke bagian Faktor Risiko perusahaan dengan menyampaikan dua pernyataan terkait RSI.
Pertama mereka telah menggunakan AI untuk mengembangkan model baru yang peningkatan kemampuannya tidak mereka sadari pada saat itu.
Kedua, mereka mungkin segera memutuskan definisi RSI mereka sendiri.
Karena masih ada di titik persimpangan, Anthropic menyatakan dalam laporan tersebut bahwa belum ada modelnya yang melampaui ambang batas RSI. Mereka berjanji untuk tetap melibatkan manusia dalam proses R&D untuk masa mendatang.
“Kami tidak mengantisipasi dapat menggunakan Claude secara aman untuk merancang dan membangun generasi model mutakhir secara otonom tanpa pengawasan atau pemahaman manusia yang berarti, jika dan ketika hal itu secara teknis memungkinkan. Oleh karena itu, kami sedang mempertimbangkan pembaruan Kebijakan Skalabilitas Bertanggung Jawab kami untuk tetap mengendalikan pengembangan model mutakhir di Anthropic.” demikian pernyataan Anthropic.
Bagi mereka yang skeptis, mungkin laporan Anthropic itu dianggap sebagai cara mengejutkan masyarakat sekaligus menjadi medium pemasaran.
Meski begitu, capaian Anthropic lewat Claude terutama dalam hal pemrograman, solusi matematika, dan keamanan siber tak bisa dipungkiri sangat berkembang pesat di tahun ini.
Ketika perusahaan menyatakan AI-nya sudah hampir mencapai RSI mungkin memang sudah saatnya masyarakat bersiap mengantisipasi percepatan AI di masa mendatang.
Baca juga: Anthropic peringatkan bahwa AI bisa timbulkan risiko katastropik
Baca juga: Anthropic & OpenAI umumkan model AI baru di tengah seruan perlambatan
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Livia Kristianti
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira