Jakarta (ANTARA) - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memperkuat profitabilitas dan menjaga fundamental keuangan tetap solid, seiring dengan pertumbuhan laba bersih 46 persen menjadi Rp9,66 triliun hingga September 2026.

Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyampaikan, kinerja solid hingga September 2026 mencerminkan fundamental bisnis yang kuat serta efektivitas strategi perseroan dalam menjaga kinerja operasional dan profitabilitas.

“Kinerja yang terus bertumbuh tersebut menjadi cerminan komitmen Antam dalam menjalankan transformasi perusahaan secara konsisten guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Untung dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Pada periode Januari-September 2026, pendapatan perusahaan tumbuh 23 persen menjadi Rp88,48 triliun. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) meningkat 45 persen menjadi Rp13,48 triliun, sedangkan laba usaha tumbuh 53 persen menjadi Rp12,05 triliun.

Baca juga: Pemerintah tunjuk PT Antam kelola tambang di Nabire

Dari sisi keuangan, total aset perseroan mencapai Rp59,74 triliun, meningkat 24 persen. Ekuitas tumbuh 17 persen menjadi Rp41,22 triliun, dengan kas dan setara kas sebesar Rp10,54 triliun serta arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp5,06 triliun.

Penerimaan kas dari pelanggan tercatat sebesar Rp87,92 triliun, meningkat 29 persen, sejalan dengan pertumbuhan penjualan dan pengelolaan modal kerja yang efektif.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira menyampaikan, kinerja positif hingga September 2026 menunjukkan kemampuan perseroan dalam mengoptimalkan pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan disiplin keuangan.

Melalui pengelolaan modal kerja yang efektif, pengendalian biaya yang berkelanjutan, serta penerapan manajemen risiko yang terukur, perusahaan negara ini berhasil memperkuat profitabilitas dan menjaga fundamental keuangan yang solid di tengah dinamika pasar.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Ahmad Muzdaffar Fauzan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira