Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu mengatakan Festival Tarik Tombur Toba yang digelar perdana di Pantai Atsari, Parapat, Simalungun, Sabtu (24/10), ditargetkan menjadi pembangkit pariwisata di Sumatera Utara.

Bane selaku inisiator Tarik Tombur Toba, dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat, meninjau langsung kesiapan festival yang dirancang sebagai pelengkap paket pariwisata di Danau Toba, khususnya Parapat,

"Targetnya untuk membangkitkan pariwisata di Danau Toba, di Sumatera Utara. Dengan agenda rutin dan atraksi yang jelas dan terjadwal, wisatawan bisa merencanakan liburannya ke kawasan Danau Toba," kata Bane.

Ia menjelaskan Tarik Tombur Toba akan menjadi acara satu hari penuh yang menyajikan keindahan Danau Toba, dengan pengalaman berkesan, santapan penuh rasa, dan keseruan pentas seni budayanya.

Sejumlah kegiatan yang digelar, mulai dari lomba mancing, festival tombur, lomba tortor, sampai jazz gondang.

Rangkaian kegiatan wisata tersebut menggabungkan potensi alam, kuliner khas, dan seni budaya sebagai daya tarik wisata.

Bane menuturkan pariwisata merupakan industri padat karya yang melibatkan banyak orang dengan putaran uang yang bisa dirasakan banyak pihak.

Menurut ia, Tarik Tombur Toba sebagai langkah awal untuk acara yang lebih besar di kawasan Danau Toba.

"Event diperbanyak dan reguler, daya tarik bertambah, turis yang berkunjung pun akan bertambah," ujarnya.

Festival Tarik Tombur Toba yang diinisiasi anggota Komisi VII DPR RI ini didukung Kementerian Pariwisata, Injourney, Kementerian Ekonomi Kreatif, Marcopolo, Anker Pilsener, PTPN IV, Cari Kawan, BK Polos, dan Marabit.

Sebelumnya, peserta Tarik Tombur Toba dapat mengikuti kegiatan dengan biaya pendaftaran Rp200 ribu. Ikan hasil pancingan akan disantap bersama dengan sambal tombur, disertai hiburan musik.

Panitia juga menyediakan hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang lomba.

Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui tautan pada bio Instagram @soundnauli atau laman s.id/tombur.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Laily Rahmawaty

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira