Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan fitur pembaca layar (screen reader) dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Menurut Fikri, dikutip di Jakarta, Jumat, keberadaan fitur pembaca layar itu bermanfaat agar siswa penyandang disabilitas netra dapat mengikuti ujian secara setara dan mandiri.
“Penyediaan fitur tersebut agar siswa penyandang disabilitas netra dapat mengikuti ujian secara setara dan mandiri," ucapnya.
Permintaan itu pun merupakan aspirasi dari para tunanetra, khususnya yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pertuni 2026 di Jakarta, Kamis (5/11).
"Keputusan yang kita ambil hari ini bukan sekadar catatan rapat, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab penuh dari seluruh pengurus pusat hingga daerah. Waktunya beralih dari perencanaan menuju tindakan nyata,” kata Fikri saat menutup rakernas itu.
Fikri yang juga Dewan Pembina Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) mengatakan penyediaan fitur aksesibilitas dalam pelaksanaan TKA merupakan bagian dari upaya memastikan penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan.
Menurut dia, peserta didik tunanetra perlu mendapatkan dukungan teknologi yang memungkinkan mereka mengakses soal dan mengerjakan ujian secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan orang lain.
Baca juga: Kemendikdasmen siapkan teknologi agar murid disabilitas bisa ikut TKA
Selain akses pendidikan, Fikri juga menyoroti kebutuhan peningkatan aksesibilitas bagi tunanetra pada sektor literasi digital, olahraga, dan layanan perbankan. Di bidang literasi, ia mengharapkan Perpustakaan Nasional segera merealisasikan akses yang ramah bagi tunanetra pada aplikasi perpustakaan digital i-Pusnas.
Sementara pada sektor olahraga, ia mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga membuka ruang koordinasi dengan Pertuni untuk mendukung pembinaan atlet disabilitas netra yang telah berprestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Kemudian pada sektor keuangan, Fikri berharap perbankan BUMN dapat menyederhanakan persyaratan administrasi untuk mengintegrasikan Kartu Tanda Anggota (KTA) Pertuni menjadi kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sebagai bagian dari penguatan inklusi keuangan.
Ia menegaskan aspirasi tersebut perlu dikawal melalui konsolidasi, implementasi, advokasi, dan apresiasi agar rekomendasi rakernas tidak berhenti sebagai dokumen organisasi.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) mengajak seluruh elemen masyarakat dan organisasi untuk mengedepankan semangat kolaborasi dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.
Ketua Umum DPP Pertuni Setiawan Gema Budi menegaskan bahwa lembaganya siap terus menjadi mitra strategis pemerintah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 8/2016 guna mengawal berbagai program kesejahteraan sosial.
Baca juga: Kemendikdasmen: Murid disabilitas tertentu dapat ikut TKA
Ia juga memberikan apresiasi atas konsistensi dukungan Kementerian Sosial yang telah mendampingi organisasinya sejak 2024, tidak hanya dalam kegiatan kelembagaan tetapi juga melalui program pemberdayaan ekonomi yang nyata.
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Tri Meilani Ameliya
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira