Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah di Provinsi Riau untuk mempertahankan dan meningkatkan status destinasi maupun event wisata agar masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
"Kita siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Ini tentu tidak terlepas dari keinginan dan komitmen kepala daerah. Kita membuka diri untuk bersama-sama memperjuangkan potensi wisata daerah agar mendapatkan perhatian dan pengakuan di tingkat nasional," kata Henry dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Hal itu disampaikan Hendry saat kegiatan Sosialisasi Strategi Promosi dan Pemasaran Event Daerah oleh Kementerian Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan peserta yang berbeda yaitu pada Senin (2/11) dan Selasa (3/11).
Menurut Hendry, Riau memiliki potensi wisata yang besar, mulai dari kekayaan budaya, tradisi, sejarah hingga keindahan alam. Potensi tersebut perlu didukung strategi promosi dan pemasaran yang tepat agar semakin dikenal wisatawan nasional maupun mancanegara.
Ia menyebutkan, sejumlah destinasi dan event wisata Riau telah mendapatkan tempat dalam promosi pariwisata nasional, seperti Pulau Rupat, Pacu Jalur, Bakar Tongkang, dan Perang Air.
Selain itu, masih banyak potensi lain yang layak diperjuangkan, di antaranya Festival Kampung Patin di Kampar, Istana Siak, Lampu Colok di Bengkalis, Petang Megang di Pekanbaru, serta Ombak Bono di Pelalawan.
"Potensi-potensi ini harus kita dorong bersama. Kita tidak boleh hanya terpaku pada destinasi dan event yang sudah dikenal. Masih banyak kekayaan budaya dan pariwisata Riau yang memiliki daya tarik luar biasa dan layak diperjuangkan agar semakin dikenal secara nasional," ujarnya.
Sementara itu, Asisten Bupati Bengkalis, Johansyah Alfi, mengapresiasi Hendry Munief yang telah menjadikan Bengkalis sebagai salah satu lokasi peningkatan kapasitas bagi masyarakat dan pelaku pariwisata.
Ia mengakui strategi promosi dan pemasaran wisata di Bengkalis belum optimal karena gaungnya masih terbatas di lingkungan setempat.
"Saat ini kita mengakui belum optimalnya strategi promosi dan pemasaran. Gaungnya masih terdengar di lingkungan kita sendiri. Seharusnya mampu menjangkau publik yang lebih luas yaitu masyarakat luar Bengkalis."
Oleh karena itu, ia berharap promosi tidak lagi dianggap sebagai pelengkap, melainkan bagian penting dari pengembangan pariwisata.
"Promosi itu laksana jembatan antara peluang dan potensi yang ada. Seperti Roro Bengkalis sebagai jembatan pulau Bengkalis menuju Kota Pekanbaru. Jika tidak ada Roro, maka hasil tidak ada."
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Bengkalis, Zahraini, menyambut baik pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari usulan yang disampaikannya kepada Hendry Munief agar menghadirkan program peningkatan kapasitas bagi pelaku wisata, UMKM, dan ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Bengkalis.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan pelaku usaha dan pariwisata dalam mengembangkan serta memasarkan potensi daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat semakin kuat dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Bengkalis.
Baca juga: Anggota DPR soal penyadapan: Makar atau tidak tergantung penyidikan
Baca juga: Anggota DPR: Penyidik perlu dalami dugaan makar di kasus penyadapan
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Fianda Sjofjan Rassat
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira