pengembangan tersebut sejalan dengan upaya mengusulkan kawasan Jateng selatan sebagai kawasan swasembada pangan yang selanjutnya diarahkan menjadi daerah khusus penyangga pangan
Purwokerto (ANTARA) - Anggota DPD RI Abdul Kholik mendorong Bank Indonesia (BI) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat transformasi ekonomi kawasan Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan melalui pengembangan sektor agro, maritim, pariwisata dan ketahanan pangan.
"Kami dengan Kepala BI yang baru juga sepakat untuk lebih memperkuat kolaborasi ke depan. Saya merasa sangat optimistis karena ini akan menjadi sebuah kolaborasi," kata Abdul Kholik setelah menghadiri Upacara Pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat.
Dalam hal ini, upacara tersebut mengukuhkan Aswin Gantina sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto menggantikan Christoveny yang mengemban amanah baru sebagai Kepala Divisi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.
Sementara Aswin Gantina sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.
Lebih lanjut, Kholik mengatakan sinergi antara DPD RI dan BI telah terjalin sejak 2020 melalui berbagai kegiatan, termasuk diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion/FGD) untuk memperkuat konsepsi pengembangan kawasan ekonomi Jateng selatan.
Salah satu inisiatif yang sejalan dengan agenda tersebut adalah Karya Kreatif Serayu yang mengangkat potensi kawasan Lembah Sungai Serayu dan pesisir selatan Jawa dengan fokus pengembangan sektor agro, maritim dan pariwisata, termasuk penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Menurut dia, BI juga berperan strategis dalam menjaga stabilitas harga melalui penguatan sektor pangan yang menjadi salah satu komponen sensitif terhadap inflasi.
Ia menilai cakupan pengembangan kawasan ekonomi Jateng selatan perlu diperluas karena saat ini, wilayah kerja BI Purwokerto mencakup Cilacap, Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara.
Baca juga: DPD sebut Jateng selatan berpotensi jadi poros ekonomi baru
Baca juga: BI: Industri pengolahan jadi penopang ekonomi Jateng
Akan tetapi, pengembangan kawasan Jateng selatan secara menyeluruh setidaknya perlu melibatkan tujuh kabupaten dengan tambahan Kebumen, Wonosobo dan Purworejo.
"Misalnya Festival Serayu, ujungnya di Wonosobo. Maka, Wonosobo juga perlu ditarik sebagai bagian dari pengembangan konsepsi kawasan yang oleh BI dilembagakan melalui Karya Kreatif Serayu," katanya menjelaskan.
Ia mengatakan pengembangan tersebut sejalan dengan upaya mengusulkan kawasan Jateng selatan sebagai kawasan swasembada pangan yang selanjutnya diarahkan menjadi daerah khusus penyangga pangan.
Menurut dia, kawasan tersebut memiliki potensi besar dalam produksi hortikultura dari Temanggung dan Wonosobo serta padi dari Cilacap, Banyumas, Kebumen dan Purworejo.
Ia menilai penguatan kawasan selatan semakin penting karena wilayah Pantai Utara (Pantura) Jateng menghadapi tekanan akibat perkembangan industri manufaktur.
Ia mengingatkan proyeksi akademik yang memperkirakan kontribusi Jawa Tengah terhadap produksi nasional dapat turun dari sekitar 18 persen menjadi 5 persen dalam 20 tahun mendatang akibat berkurangnya kawasan penyangga pangan di wilayah utara.
"Oleh karena itu, kawasan selatan ini harus kita selamatkan dan pertahankan sebagai penyangga pangan," katanya.
Kholik mengatakan penguatan kawasan tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur dan kolaborasi antardaerah untuk menjaga kesinambungan produksi serta mengantisipasi risiko gangguan rantai pasok pangan global akibat dinamika geopolitik.
Baca juga: BI Purwokerto perkuat ekosistem ekonomi syariah Banyumas Raya
Baca juga: BI Purwokerto perkuat strategi 4K kendalikan inflasi di Banyumas Raya
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Sumarwoto
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira