Jakarta (ANTARA) - Perusahaan manajer investasi Allianz Global Investors (AllianzGI) Indonesia menilai reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap berdurasi pendek masih diminati investor di tengah dinamika pasar keuangan RI.
“Minat investor itu sebenarnya kepada reksa dana itu cukup baik,” kata Presiden Direktur AllianzGI Indonesia Aliyahdin Saugi dalam Media Roundtable di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan minat terhadap reksa dana tetap terlihat dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada produk investasi berjangka pendek.
Aliyahdin menjelaskan produk yang banyak diminati mencakup reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap berdurasi pendek, sementara pertumbuhan minat terhadap reksa dana saham belum menunjukkan perkembangan serupa.
Menurut dia, sebagian investor saat ini juga cenderung menunggu perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan investasi di tengah berbagai faktor ketidakpastian.
Ia mengatakan tekanan pasar sepanjang 2026 memengaruhi kinerja berbagai jenis reksa dana, dengan dampak paling besar dirasakan produk berbasis saham.
Penurunan harga saham tidak hanya terjadi pada sektor atau kelompok perusahaan tertentu, tetapi juga memengaruhi saham perusahaan yang memiliki fundamental usaha baik.
Meski demikian, Aliyahdin menilai kondisi tersebut tidak seharusnya membuat investor mengabaikan tujuan investasi jangka panjang maupun pentingnya pengelolaan risiko.
Pertumbuhan jumlah investor reksa dana juga tercermin dalam data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Per 29 Oktober 2026, jumlah single investor identification (SID) reksa dana mencapai 32,19 juta, meningkat sekitar 68 persen dibandingkan dengan 19,19 juta pada akhir 2025.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp637,07 triliun pada akhir September 2026, turun 2,42 persen secara bulanan. Pada periode yang sama, investor mencatat pencairan bersih dana reksa dana sebesar Rp10,43 triliun.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah investor tidak selalu diikuti peningkatan nilai dana kelolaan, yang juga dipengaruhi pergerakan harga aset serta aktivitas pembelian dan pencairan investasi.
Dalam memilih instrumen, Aliyahdin mengingatkan investor agar tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan, tetapi juga memahami karakteristik dan risiko setiap produk.
Ia menjelaskan reksa dana memiliki mekanisme diversifikasi karena dana investor dikelola dalam portofolio yang terdiri atas sejumlah instrumen investasi.
“Reksa dana itu diversifikasinya ada,” ujar dia.
Menurutnya, diversifikasi dapat membantu mengurangi ketergantungan pada kinerja satu aset. Namun, langkah tersebut tidak menghilangkan risiko kerugian apabila kondisi pasar memburuk.
“Karena setiap investasi itu ada return-nya, ada risikonya. Itu selalu berdampingan, enggak pernah enggak,” ujar dia.
Aliyahdin juga mengingatkan bahwa peluang memperoleh imbal hasil tinggi umumnya diikuti risiko yang lebih besar sehingga keputusan investasi perlu disesuaikan dengan kemampuan investor menanggung kerugian.
Sejalan dengan itu, OJK melalui materi edukasi keuangan menjelaskan bahwa reksa dana pasar uang memiliki tingkat risiko relatif rendah karena berinvestasi pada instrumen pasar uang dan surat utang jangka pendek. Meski demikian, produk tersebut tetap memiliki risiko investasi.
Lebih lanjut, Aliyahdin menekankan pentingnya menjaga disiplin dan mempertimbangkan kondisi fundamental dalam mengambil keputusan investasi.
“Bagi investor, kondisi saat ini menggarisbawahi pentingnya tetap berfokus pada faktor-faktor fundamental dan mempertahankan perspektif jangka panjang,” katanya.
AllianzGI mencatat total aset kelolaan perusahaan mencapai Rp35,97 triliun per 30 September 2026, dengan Rp1,17 triliun pada instrumen pasar uang dan Rp17,13 triliun pada instrumen pendapatan tetap.
Aliyahdin berharap minat masyarakat terhadap investasi tetap terjaga, disertai pemahaman yang lebih baik mengenai diversifikasi, profil risiko, dan karakteristik instrumen yang dipilih.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Aria Ananda
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira