Jakarta (ANTARA) - Pasangan atlet para tenis meja Indonesia, Adyos Astan/Yayang Gunaya, keluar sebagai juara Grup B, setelah menorehkan dua kemenangan dalam pertandingan ganda putra kelas MD8, pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, Kamis.
Berdasarkan statistik dalam laman penyelenggara, kepastian melangkah ke babak berikutnya itu didapat setelah mereka menundukkan Mohammad Ben Jabal/Ahmad Alotaibi dari Kuwait dengan 11-4, 11-5, 11-3 pada pertandingan terakhir atau kedua bagi kedua pasangan dalam grup tersebut, yang diselenggarakan di Sky Hall Toyota.
Pada pertandingan pertama, Rabu (21/10), mereka mengalahkan pasangan China, Zhengyang Peng/Panfeng Feng, dengan 3-2 (5-11, 11-8, 6-11, 11-7, 12-10).
Namun saat pertandingan kedua, Adyos/Yayang justru menang mudah 3-0 dari Kuwait.
Andalan Indonesia itu mendominasi permainan sehingga menang langsung tiga gim.
Dalam hasil keseluruhan rangkaian pertandingan Grup B, Indonesia menyapu bersih dua laga, China menang sekali kalah sekali, dan Kuwait tidak pernah menang. Oleh sebab itu, Indonesia keluar sebagai juara grup.
Baca juga: Jadwal Asian Para Games: Indonesia berpeluang tambah emas
Adyos Astan yang berusia 58 tahun dan Yayang Gunaya yang berusia 30 tahun, berlanjut ke babak semifinal guna melawan pasangan Jepang, Yuichiro Kitagawa/Kazuki Shichino, pada Jumat (23/10).
Pertandingan itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk kembali memburu hasil positif guna merebut medali emas ganda putra kelas MD8.
Ganda putra kelas MD10 adalah nomor pertandingan tenis meja bagi dua atlet putra penyandang disabilitas fisik yang bermain sebagai pasangan dengan klasifikasi standing (bermain sambil berdiri).
Berdasarkan regulasi penyelenggara, kelas 8 termasuk kategori atlet yang bermain sambil berdiri (kelas 6-10).
Atlet kelas 8 umumnya memiliki keterbatasan fisik pada tingkat sedang, misalnya gangguan fungsi pada salah satu anggota tubuh atau keterbatasan gerak tertentu.
Baca juga: Round-up Asian Para Games: tambahan empat emas bawa tim lampaui target
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Donny Aditra
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira