Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat berhasil mendeteksi dan menangani sebanyak 9.597 pasien tuberkulosis (TBC) selama 2026.
"Pada periode 1 Januari sampai dengan Oktober cakupan penemuan dan pengobatan kasus Tuberkulosis mencapai 7.378 pasien," kata Kasudinkes Jakbar, dr Sahruna melalui pesan singkat kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Sahruna mengatakan, temuan dan pengobatan itu dilakukan melalui pelayanan terhadap 69.512 pasien terduga pengidap TBC.
Menurut dia realisasi ini menunjukkan pergerakan positif dari data sebelumnya per 15 April 2026 yang baru mendeteksi 3.027 kasus, sekaligus menjadi bagian dari upaya mengejar target deteksi TBC sebanyak 11.955 kasus TBC di Jakarta Barat pada tahun ini.
Baca juga: Kemenag: Program Pesantren Bebas TBC terintegrasi dengan layanan CKG
"Kasus diproyeksikan akan terus bertambah seiring dengan upaya deteksi dini di lapangan," kata Sahruna.
Ia mengatakan, langkah ini merupakan komitmen wilayahnya untuk mendukung target eliminasi TBC di DKI Jakarta pada tahun 2030.
"Target temuan tahun ini 11.955 kasus. Jumlah tersebut terus bertambah seiring deteksi yang dilakukan sebagai upaya pemenuhan eliminasi TBC," kata Sahruna
Ia menjelaskan, Sudinkes Jakarta Barat menerapkan dua jenis strategi dalam mendeteksi TBC, yaitu secara aktif dan pasif.
"Upaya penemuan kasus secara aktif itu skrining kesehatan, Cek Kesehatan Gratis (CKG) di masyarakat, kemudian upaya teman-teman Kader TBC di lapangan. Lalu secara pasif itu suspek (terduga) yang datang sendiri ke fasilitas kesehatan," ujar Sahruna.
Baca juga: Gubernur minta seluruh RS di DKI perkuat penemuan dan penanganan TBC
Untuk memastikan hasil, setiap fasilitas kesehatan di Jakarta Barat menerapkan prosedur ketat melalui penegakan diagnostik yang tepat dan cepat, memanfaatkan pemeriksaan dahak serta radiologi (X-ray) sesuai indikasi medis.
Sahruna menegaskan bahwa seluruh pasien yang masuk dalam cakupan pengobatan dipastikan mendapat perawatan sesuai standar mutu yang berlaku.
"Kami melakukan pemantauan kepatuhan minum obat secara berkala. Selain itu, dilakukan pemeriksaan terhadap kontak erat pasien TBC," jelas dia.
Sebagai langkah preventif agar penularan tidak meluas, kontak erat yang dinyatakan sehat juga diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT).
Di sisi lain, Sudinkes Jakbar terus menggencarkan promosi kesehatan melalui penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi etika batuk, pemberian imunisasi, serta penyebaran informasi mengenai akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gejala TBC.
Baca juga: Kemenkes: Pemberian obat pencegahan TBC naik 5 kali lipat di Jakarta
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Redemptus Elyonai Risky Syukur
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira