Kiev (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina siap membekukan operasi tempur di sepanjang garis depan saat ini demi mengakhiri konflik dengan cepat, tetapi menolak tegas konsesi teritorial.
Dalam wawancara dengan ABC News pada Jumat (23/10), Zelensky menyatakan kesediaan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata, namun menolak usulan untuk menyerahkan 25 persen wilayah Ukraina.
Zelensky juga menyayangkan penurunan bantuan militer Amerika Serikat (AS) baru-baru ini. Zelensky mengatakan Ukraina hanya menerima 24 rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot dari AS selama tiga bulan terakhir, jauh di bawah kebutuhan rata-rata 350 rudal per bulan. Zelensky menekankan mendesaknya situasi tersebut, seraya mengungkapkan bahwa pada Kamis (22/10) malam saja, 30 rudal balistik menghantam Kiev.
Sementara itu, media AS melaporkan bahwa Washington meningkatkan tekanan terhadap Zelensky agar membuat konsesi demi mencapai kesepakatan damai. Presiden AS Donald Trump berulang kali menyalahkan Kiev atas tidak adanya kemajuan dalam perundingan yang dimediasi AS.
Perundingan trilateral antara Rusia, Ukraina, dan AS dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, pada paruh pertama November. Perundingan tersebut akan berfokus pada pengaturan keamanan bagi Rusia dan Ukraina setelah tercapainya kesepakatan damai, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Jumat.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Xinhua
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira