Lombok Tengah (ANTARA) - Yayasan Chili Community House mendukung pemulihan rekonstruksi pembangunan rumah Adat Sade di Desa Rambitan, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pascakebakaran pada Agustus 2026.
"Kami telah mengalokasikan dana sebesar Rp410 juta untuk sejumlah kebutuhan utama dalam mendukung rekonstruksi Sade," kata Founder Yayasan Chili Community House Noor Ain Hussin di Lombok Tengah, Kamis.
Ia mengatakan kepedulian pihaknya terhadap masyarakat Desa Sade tidak berhenti pada masa tanggap darurat kebakaran. Sejak malam terjadinya musibah hingga saat ini, pihaknya terus mendampingi warga melalui bantuan kemanusiaan, dukungan pemulihan, pendidikan anak-anak, hingga program pemberdayaan ekonomi perempuan.
"Sejak hari pertama kebakaran, kami hadir bersama masyarakat Sade untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga," katanya.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa penyediaan makanan, tetapi juga dukungan terhadap pembangunan kembali fasilitas masyarakat dan pemulihan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Adapun donasi yang telah disalurkan di antaranya Rp95 juta untuk pembiayaan tiang pertama pembangunan kembali 75 rumah warga, Rp190 juta untuk pembangunan Berugak Sekenam sebagai ruang berkumpul dan kegiatan masyarakat.
Baca juga: NTB bentuk satgas pemulihan pascakebakaran Desa Adat Sade
Selain itu, Rp105 juta untuk penyediaan makanan warga selama 30 hari dengan biaya Rp3,5 juta per hari dan Rp20 juta sebagai modal awal pemberdayaan perempuan melalui penyewaan alat tenun agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas menenun.
"Nilai tersebut belum termasuk berbagai dukungan lain, khususnya kebutuhan pendidikan anak-anak, kegiatan pendampingan masyarakat, serta program pemberdayaan yang masih berlangsung hingga saat ini," katanya.
Setelah masa tanggap darurat, pihaknya melanjutkan pendampingan dengan memberikan perhatian khusus kepada perempuan Sade, terutama para ibu yang memiliki keterampilan menenun sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat setempat.
Salah satu bentuk pendampingan tersebut dilakukan bersama kelompok perempuan yang berupaya mengembangkan keterampilan tradisional menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih baik.
"Program ini diharapkan dapat membantu perempuan Sade mengembangkan keterampilan tradisional mereka menjadi sumber penghidupan yang lebih kuat, sekaligus mempertahankan identitas budaya dan kearifan lokal," katanya.
Sementara itu, Yulinawamalini yang akrab dikenal sebagai Inaq Topan, dari Kelompok Nine Sade menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas pendampingan yang terus diberikan tersebut.
Baca juga: Bupati: Rekontruksi rumah adat Sade sesuai kesepakatan warga
"Kami merasa sangat terbantu dengan apa yang dilakukan ini. Mereka sudah bersama kami di Sade sejak malam terjadinya kebakaran sampai hari ini," ujarnya.
Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Akhyar Rosidi
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira