Istanbul (ANTARA) - Setidaknya 1.574 orang tewas dan 6.939 lainnya terluka di Yaman sejak eskalasi militer terkini dimulai pada Agustus, menurut pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis.

Dalam sebuah laporan yang dicermati kantor berita Turkiye, Anadolu, badan kesehatan PBB tersebut menyatakan telah mencatat 8.513 korban sejak awal Agustus.

Angka tersebut mencakup 1.574 kematian dan 6.939 orang terluka hingga 19 Oktober, ungkap WHO, tanpa merinci apakah para korban tersebut merupakan warga sipil, personel militer, atau keduanya.

Badan itu menyebutkan bahwa 292 orang tewas dan 1.048 lainnya terluka selama periode pelaporan delapan hari terakhir.

Kamis lalu, WHO melaporkan 1.282 kematian dan 5.891 orang terluka sejak eskalasi dimulai pada 6 Agustus, sebelum jumlah korban meningkat hingga mencapai angka terkini.

Yaman telah dilanda konflik sejak kelompok Houthi merebut Sanaa dan beberapa provinsi lainnya pada 2014, yang memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.

Kelompok Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman bagian utara dan barat, sementara pasukan pemerintah beserta sekutunya menguasai Aden serta sebagian besar wilayah di provinsi-provinsi bagian selatan dan timur negara tersebut.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Serangan drone di Bandara King Fahd, Arab Saudi tewaskan dua orang

Baca juga: Dubes: Operasi Fajar Yaman tepat untuk bebaskan wilayah dari Houthi

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Cindy Frishanti Octavia

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira