Jakarta (ANTARA) - Pertemuan World Conference on Creative Economy (WCCE) atau Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif 2026 yang dihadiri 38 kepala delegasi dari beberapa negara menyepakati dokumen Jakarta Vision on Creative Economy yang menjadi fokus penguatan ekosistem ekonomi kreatif di tingkat global.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kesepakatan tingkat menteri ini akan dibawa pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk diajukan sebagai resolusi di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Desember 2026 di New York, Amerika Serikat.
“Ini adalah kontribusi Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif di tingkat global. Saya merasa bangga, merasa bersyukur pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menghasilkan sebuah dokumen yang akan disumbangkan untuk perkembangan pembangunan ekonomi kreatif global,” kata Riefky usai acara World Conference on Creative Economy 2026 di Jakarta, Kamis.
Beberapa delegasi setingkat menteri yang turut hadir dan menyaksikan pengesahan dokumen Jakarta Vision on Creative Economy antara lain dari Australia, Malaysia, Singapura, Ukraina, Rusia dan negara peserta lainnya.
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi mengatakan terdapat empat poin utama yang menjadi fokus pemerintah untuk penguatan ekonomi kreatif diantaranya pembahasan tentang teknologi, Artificial Intelligence (AI), dan transformasi digital.
Poin ini menegaskan bagaimana manusia memegang peranan penting di dalam perkembangan ekonomi kreatif berbasis human centris, dan pemanfaatan teknologi AI yang dilakukan dengan baik dalam koridor AI governance.
Kedua dalam dokumen ini dibahas mengenai sustainable development, circular economy, dan regenerative design, yang menegaskan peran serta ekonomi kreatif dalam menjaga keseimbangan alam dan lingkungan. Ketiga, Ali juga menerangkan pilar terkait kekayaan intelektual, hak kreatif, dan ekonomi berkeadilan bagi seluruh pelaku ekraf dunia.
Keempat Jakarta Vision on Creative Economy juga memfokuskan mengenai inklusivitas, pemberdayaan masyarakat, dan ekosistem kreatif.
“Bagaimana kita melakukan penguatan-penguatan kepada pelaku ekonomi kreatif dengan melakukan penguatan akses pendanaan, pembiayaan, dan investasi di dunia ekonomi kreatif jadi ini menjadi satu kesepakatan bersama termasuk juga bagaimana penguatan MSME (micro, small, medium enterprise),” kata Ali.
Ia menjelaskan Jakarta Vision on Creative Economy telah didiskusikan mulai dari April 2026 melibatkan para pelaku ekonomi kreatif dunia dengan pendekatan hexahelix.
Pembahasan dilanjutkan melalui tiga rangkaian forum Friends of Creative Economy Square (FCE Square), sebelum memasuki tahap pematangan dalam pertemuan Friends of Creative Economy yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif internasional dan pengambil kebijakan.
Ali juga mengatakan diskusi menghasilkan respons yang positif dari delegasi berbagai negara untuk membawa ekonomi kreatif menjadi agenda pembangunan global setelah SDGs berakhir pada 2030.
Jakarta Vision on Creative Economy diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor utama dalam pengembangan ekonomi kreatif dunia.
Baca juga: Menekraf dorong ekraf jadi penggerak pertumbuhan negara berkembang
Baca juga: Kemenekraf tekankan isu keberlanjutan dalam pameran Creative Village
Baca juga: WCCE 2026 jadi platform pelaku kreatif jajaki kerja sama dan investasi
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Fitra Ashari
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira