Semarang (ANTARA) - Warga Tamansari Hills, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Semarang, berhasil melakukan panen perdana budi daya melon premium di lokasi Green House 02 Farm yang dibangun warga RT 02/RW 10 setempat.

Ketua RT 02/RW10 Mangunharjo Akhriyadi Sofian, di Semarang, Selasa, mengatakan hasil panen perdana mampu melampaui target yang telah ditetapkan.

Ia menjelaskan, dari sekitar 320 tanaman melon varietas Kirana yang dibudidayakan, lebih dari 95 persen dilaporkan berhasil dipanen dan terjual dengan harga Rp35.000 per kilogram.

Dari seluruh tanaman melon yang dibudidayakan, kata dia, ada dua tanaman yang tidak berbuah dan tiga tanaman yang buahnya keriput atau kerdil.

Menurut dia, hasil panen perdana tersebut menjadi bahan evaluasi setelah warga menjalani satu siklus budi daya selama sekitar dua bulan.

Saat ini, warga bersiap melanjutkan usaha dengan menanam dua varietas melon berbeda yang disesuaikan dengan kondisi musim hujan.

Usaha yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat itu menjadi salah satu cara warga mengembangkan potensi lingkungan menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Baca juga: Pemkot Semarang dorong "urban farming" di lahan terbatas

Baca juga: Pemkot Semarang implementasi makan siang gratis hasil "urban farming"

Green House 02 Farm didirikan pada 4 Agustus 2026 di atas lahan fasilitas umum setempat, dengan pembangunan yang dibiayai melalui kas RT dan iuran warga dengan skema kepemilikan saham senilai Rp250.000 per lot.

Dalam skema tersebut, kas RT memiliki porsi kepemilikan sebesar 25 persen dalam budi daya melon premium varietas Kirani yang berdaging buah oranye.

Menurut dia, melon ditanam tanpa pestisida kimia, dengan penanaman dimulai pada 6 September 2026 dan hasil panen dipasarkan kepada warga RT setempat dan masyarakat Kelurahan Mangunharjo.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan dukungan atas usaha yang dibangun dari kas rukun tetangga (RT) dan swadaya masyarakat tersebut.

Ia berharap usaha yang tumbuh dari gotong royong tersebut dapat terus berkembang dan menginspirasi wilayah lain di Kota Semarang.

"Saya berharap Green House 02 Farm dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi RT maupun wilayah lain di Kota Semarang untuk mengembangkan potensi lingkungannya secara produktif," katanya.

Menurut dia, inisiatif seperti itu menunjukkan bagaimana warga dapat mengelola sumber daya di lingkungannya melalui usaha bersama.

Ia berharap pengelolaan yang transparan dan berkelanjutan dapat menjaga kepercayaan warga sekaligus mendukung perkembangan usaha.

Selain untuk budi daya melon, pengelolaan lingkungan juga memperhatikan keamanan kawasan, sebab anggaran operasional RT/RW dialokasikan untuk pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sekitar "green house".

Baca juga: Melon Inthanon jadi daya tarik panen raya "urban farming" di Jaktim

Baca juga: Pemkot Pekalongan kembangkan budi daya melon Kirana

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Zuhdiar Laeis

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira