Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga Kampung Boncos, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, mengharapkan peredaran narkoba di wilayahnya dapat benar-benar ditumpas agar tidak ada anak atau cucunya tidak terjerumus penyalahgunaan barang haram tersebut.
"Ya, mintanya yang terbaik aja ya. Takutnya nanti-nanti ke depan anak-anak masih ada gitu (pergaulan narkoba)," kata salah satu warga, Laila (55) di lokasi, Jumat.
Dia mengaku kesulitan menjaga pergaulan anaknya dari pengaruh narkoba, lantaran kawasan tempat tinggalnya menjadi lokasi peredaran barang terlarang itu.
"Iya, resah. Resah takut entar anak cucu kena juga. Soalnya dari pergaulan (di Kampung Boncos) juga udah hampir begitu sih (rawan penyalahgunaan narkoba). Susah juga (mengawasi anak), namanya juga pergaulan kan," katanya.
Keresahan Laila rupanya telah menumpuk, lantaran dirinya telah tinggal di Kampung Boncos selama sekitar 25 tahun. Sejak awal dirinya menetap, kawasan itu telah menjadi sarang peredaran gelap narkoba.
"Saya udah 25 tahun di sini. (Sejak awal menetap) Udah ada itu (peredaran narkoba)," katanya.
Warga lainnya, Ratmi (65) yang tinggal bersama dua orang cucunya juga menyampaikan hal senada.
Ia berharap penggerebekan masif yang dilakukan kepolisian tidak hanya membuat para pelaku narkoba bersembunyi sejenak, lalu kembali berkeliaran saat pengawasan mengendor.
"Soalnya biasanya (pasca-penggrebekan), ada lagi, ada lagi. Pengennya si begitu ya. Berantas, biar habis," kata Ratmi.
Baca juga: Polisi petakan kebutuhan Kampung Boncos usai penggerebekan narkoba
Sebelumnya, Polda Metro Jaya memetakan kebutuhan masyarakat Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat, sebagai basis penataan pascapenggerebekan masif narkoba di kawasan tersebut, Rabu (4/11).
Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Adex Yudiswan mengatakan, kegiatan itu dilakukan bersama petugas gabungan dari TNI hingga unsur pemerintah setempat.
"Mengidentifikasi harapan dan kebutuhan riil masyarakat sehari-hari. Kalau mereka butuh pekerjaan, kita identifikasi, dalam satu rumah, berapa orang yang sudah kerja dan berapa yang belum? Apakah mereka sudah mempunyai kompetensi?" ujar Adex kepada wartawan di lokasi, Rabu (4/11).
Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, Polda Metro Jaya akan mengundang Balai Latihan Kerja (BLK) untuk membuat pelatihan kepada warga setempat.
"Untuk ibu-ibu, mereka mempunyai potensi sebagai penunjang keluarga. Kita identifikasi kompetensi mereka, apakah memasak atau menjahit? Nanti kita akan fasilitasi penjualan produknya. Kita berkoordinasi dengan pemerintah daerah," tuturnya.
Menurut Adex, metode "door to door" yang diterapkan bertujuan untuk mengetahui kondisi riil kebutuhan masyarakat Kampung Boncos, termasuk aparatur setempat.
Selain itu, metode itu juga diterapkan untuk mengidentifikasi masalah mendasar yang dihadapi masyarakat Kampung Boncos terkait peredaran serta penyalahgunaan narkoba, sehingga pemberantasan obat terlarang itu berdampak permanen.
Baca juga: Polda Metro gelar pemeriksaan kesehatan gratis warga Kampung Boncos
Baca juga: Polda Metro Jaya intensifkan pencegahan narkoba di Kampung Boncos
Baca juga: DKI siap bekerja sama dengan kepolisian tangani kasus narkoba
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Redemptus Elyonai Risky Syukur
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira