Ancaman kesehatan tidak mengenal batas wilayah, sehingga pertukaran pengetahuan, penelitian bersama, dan kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan penguatan ketahanan kesehatan nasional memerlukan kesiapsiagaan dan respons cepat untuk menghadapi berbagai ancaman, mulai dari bencana alam hingga penyakit menular.
“Untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional, kita perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap krisis kesehatan," kata Wamenkes Benjamin dikutip di Jakarta, Selasa.
Hal itu dia sampaikan dalam video sambutannya yang ditayangkan pada "The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026" yang digelar di Jakarta.
Selain memerlukan kesiapsiagaan dan respons cepat, Wamenkes Benjamin mengatakan ketahanan kesehatan nasional juga memerlukan sinergi kesehatan sipil dan militer.
Ia juga menyampaikan bahwa ketahanan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.
Baca juga: Ketahanan kesehatan dimulai dari hulu
Pengalaman menghadapi bencana alam, ancaman penyakit menular, dan berbagai krisis kesehatan, kata dia, menunjukkan pentingnya sistem kesehatan yang mampu mengantisipasi, merespons, dan pulih dari berbagai ancaman secara cepat dan efektif.
Menurut dia, ancaman kesehatan tidak mengenal batas wilayah sehingga penguatan sistem kesehatan juga membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak di tingkat internasional.
“Ancaman kesehatan tidak mengenal batas wilayah, sehingga pertukaran pengetahuan, penelitian bersama, dan kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan inovasi dan kemandirian teknologi kesehatan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Upaya tersebut disampaikan sebagai salah satu langkah untuk membangun sistem kesehatan yang mampu menghadapi berbagai ancaman secara berkelanjutan.
Diketahui, penguatan ketahanan kesehatan menjadi salah satu topik yang dibahas dalam SIERA 2026, yang menghadirkan perspektif mengenai upaya membangun sistem kesehatan yang tangguh dalam menghadapi krisis.
Baca juga: Kemenkes gaet investasi besar untuk industri plasma bangun ketahanan
Dalam forum yang sama, Pakar kardiologi dari University College London (UCL) Inggris Profesor John Deanfield menyoroti pentingnya pencegahan penyakit dan pengendalian faktor risiko sebagai bagian dari penguatan ketahanan kesehatan.
Deanfield mengatakan sistem kesehatan yang tangguh tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengobati penyakit, tetapi juga perlu meningkatkan upaya pencegahan sejak dini.
Ia mencontohkan penyakit kardiovaskular dan obesitas sebagai kondisi yang faktor risikonya dapat dikelola melalui perubahan perilaku dan gaya hidup yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Menurut dia, langkah pencegahan yang realistis dan dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari berpotensi memberikan manfaat kesehatan dalam jangka panjang.
Baca juga: Anggota DPR: Kenaikan dana riset perkuat ketahanan kesehatan
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Tri Meilani Ameliya
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira