Kabupaten Bogor (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengungkapkan bahwa materi Tes Kemampuan Akademik (TKA) telah dipelajari siswa di sekolah berdasarkan hasil dialog dengan peserta ujian di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Fajar seusai meninjau pelaksanaan TKA di SMA Madania, Kabupaten Bogor, dan SMK Al Hasra, Kota Depok, Selasa.

Dalam dialog dengan sejumlah siswi SMA Madania, Fajar menanyakan kesesuaian materi yang diujikan dalam TKA dengan pembelajaran yang telah diterima di kelas.

Para siswi menyampaikan bahwa seluruh materi yang muncul dalam ujian telah dipelajari sebelumnya, meskipun sejumlah soal membutuhkan ketelitian dan kemampuan penalaran.

Mereka menilai soal dengan bacaan panjang serta pilihan jawaban yang hampir serupa, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, menuntut kemampuan memahami informasi secara cermat.

"Karena kami sering baca buku," ujar salah seorang siswi ketika menjelaskan kebiasaan yang membantunya memahami soal TKA.

Fajar menekankan pentingnya kemampuan literasi dan numerasi dalam mengerjakan TKA, yang juga berkaitan dengan kompetensi yang diukur melalui Programme for International Student Assessment (PISA).

Baca juga: Kemendikdasmen: TKA gelombang I tetap objektif meski sempat terganggu

Menurut dia, siswa perlu memahami isi bacaan dan menggunakan kemampuan penalaran untuk menentukan jawaban, bukan sekadar mengandalkan hafalan.

"Baca soal dengan cermat, jangan buru-buru," kata Fajar.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah siswa juga mengaku pelaksanaan TKA tidak sesulit yang sebelumnya mereka bayangkan berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

Salah seorang siswa SMK Al Hasra bernama Faozan mengaku soal TKA relatif dapat dikerjakan setelah mengikuti ujian secara langsung.

"Tidak sesusah yang dipikirkan," ujarnya.

Sementara siswa lainnya, Kalvin, menilai soal berbentuk narasi panjang dapat melatih kemampuan berpikir dan ketelitian peserta ujian.

Menanggapi pengalaman tersebut, Fajar mendorong para siswa membagikan pengalaman mengikuti TKA secara jujur agar peserta lainnya memperoleh gambaran yang lebih berimbang.

Baca juga: Kemendikdasmen minta pengawas pastikan peserta TKA tanpa HP saat tes

"Bisa cerita, 'Pengalamanku ikut TKA.' Berikan kesan optimistis dan positif," katanya.

Fajar menjelaskan TKA merupakan instrumen untuk mengukur kemampuan akademik siswa. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan refleksi dalam mengenali kemampuan yang sudah dikuasai maupun aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Ia juga mengingatkan siswa agar mengikuti ujian dengan tenang, jujur, dan memanfaatkan waktu pengerjaan secara optimal.

"Harus ulet, tingkatkan keterampilan diri, dan raihlah mimpi," ujar Fajar.

Pelaksanaan TKA di kedua sekolah tersebut berlangsung secara mandiri menggunakan moda daring pada gelombang kedua, yakni 2–5 November 2026.

Di SMK Al Hasra, ujian diikuti 102 siswa yang terbagi dalam dua sesi, sedangkan di SMA Madania sebanyak 59 siswa.

Dalam peninjauan itu, Fajar didampingi Direktur SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Yuli Haryanto serta Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata Nana Halim.

Baca juga: Kemendikdasmen perkuat pengawasan TKA SMA/SMK gelombang 2

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · M Fikri Setiawan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira