Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengatakan bahwa generasi muda Indonesia harus memahami konstitusi untuk menyadari hak dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kalau kita tidak paham konstitusi, kita tidak akan bisa menjadi seorang negarawan, kita tidak akan merasa bangga dengan negara kita," kata Akhmad Wiyagus dalam acara Indonesia Youth Summit 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan pemuda telah diatur dalam konstitusi yaitu Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam konstitusi tersebut, kata dia, warga negara termasuk para pemuda/pemudi memiliki kontrak sosial dengan negara. Negara berjanji kepada warganya untuk memberikan perlindungan kepada segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Ini kontak sosial, kita berhak menagih kepada negara dan negara juga bertanggung jawab atas kontrak sosial tersebut," katanya.

Baca juga: Kemenpora hadirkan empat ruang kreativitas di Indonesia Youth Summit

Akhmad mengajak para pemuda dari berbagai provinsi yang hadir dalam acara itu untuk mulai mempelajari konstitusi.

Dalam UUD 1945, kata dia, terdapat 21 bab, 73 pasal, dan 194 ayat yang isinya adalah tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan, termasuk juga berkaitan dengan dengan kepemudaan.

"Kalau kita tidak pernah belajar ini, kita tidak pernah tahu jati diri kita sebagai warga negara Indonesia," katanya.

Indonesia Youth Summit 2026 diikuti peserta utama sebanyak 160 pemuda-pemudi terbaik hasil seleksi ketat dari 38 provinsi di Indonesia melalui program Wirasena Youth Camp maupun perwakilan pemuda dari luar negeri yaitu Singapura.

Program yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga itu diisi dengan berbagai acara seperti forum diskusi, pameran usaha, eksplorasi teknologi, digitalisasi, dan kesehatan mental, kompetisi pidato dan debat, hingga panggung ekspresi kreatif.

Baca juga: Erick berharap Indonesia Youth Summit satukan generasi muda

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Aloysius Lewokeda

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira