Sektor fesyen Indonesia memiliki potensi besar karena didukung kreativitas dan karakter produk yang kuat. Ke depan, kita perlu memperkuat daya saing agar produk fesyen lokal tidak hanya dikenal, tetapi juga mampu bersaing dan semakin diminati konsume
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan daya saing produk fesyen Indonesia melalui integrasi industri dari hulu ke hilir, inovasi berkelanjutan, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan guna memperluas penetrasi pasar global.
Upaya tersebut dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi industri fesyen nasional, seiring nilai pasar pakaian jadi dunia yang diproyeksikan mencapai sekitar 1,80 triliun dolar AS pada 2026.
"Sektor fesyen Indonesia memiliki potensi besar karena didukung kreativitas dan karakter produk yang kuat. Ke depan, kita perlu memperkuat daya saing agar produk fesyen lokal tidak hanya dikenal, tetapi juga mampu bersaing dan semakin diminati konsumen dunia," ujar Roro dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Kinerja ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Pada periode Januari-Agustus 2026, ekspor sektor tersebut mencapai 8,15 miliar dolar AS dengan surplus perdagangan sebesar 2,18 miliar dolar AS.
Ekspor pakaian jadi menjadi kontributor terbesar dengan nilai 5,90 miliar dolar AS atau sekitar 72,4 persen dari total ekspor TPT. Nilai tersebut tumbuh 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Roro, capaian tersebut mencerminkan besarnya peluang bagi produk fesyen nasional untuk memperluas jangkauan pasar ekspor. Namun, peluang itu perlu dioptimalkan melalui peningkatan penggunaan bahan baku dalam negeri, pengembangan desain, inovasi produk, serta pemenuhan standar internasional.
"Ke depan, kita perlu meningkatkan penggunaan bahan baku dalam negeri, pengembangan desain dan inovasi, pemenuhan standar internasional, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor antara industri, desainer, dan UMKM. Dengan demikian, produk fesyen Indonesia tidak hanya dikenal, tetapi juga makin diminati dan dipercaya konsumen dunia," katanya.
Kementerian Perdagangan, lanjut Roro, l berkomitmen mendorong daya saing produk nasional melalui pengembangan produk, promosi perdagangan, dan perluasan akses pasar. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi pelaku usaha fesyen Indonesia dalam rantai perdagangan global.
Dalam konteks perluasan akses pasar, Roro mengapresiasi keberadaan platform ritel seperti FashionLink dan Dewi’s Luxe Market di Jakarta Fashion Week 2027 yang mempertemukan desainer, pelaku usaha, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan konsumen dan pembeli potensial.
Ia juga menilai kerja sama dengan DORS Singapura yang memasuki tahun kedua dapat membuka peluang perdagangan yang lebih luas bagi pelaku industri fesyen nasional.
"Kami berharap kemitraan ini tidak berhenti pada pameran atau peragaan busana, tetapi berlanjut menjadi hubungan bisnis jangka panjang yang memberikan kesempatan nyata bagi para desainer dan pelaku usaha nasional," imbuh Roro.
Baca juga: Dua tahun kabinet, tiga program Kemendag dorong kinerja perdagangan
Baca juga: Kemendag dan BPJPH teken kerja sama pembinaan jaminan produk halal
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Maria Cicilia Galuh Prayudhia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira