Kami minta santri pramuka dengan tegas menolak terorisme, narkoba, dan LGBT
Lebak (ANTARA) - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo HR Muhammad Syafi’i mengajak santri tolak empat musuh besar yang dirancang oleh asing, sehingga dapat menghancurkan masa depan generasi bangsa dan berpotensi menimbulkan perpecahan.
"Jangan sampai anak muda kehilangan jati dirinya sebagai anak bangsa," kata Wamenag Romo M Syafi'i saat pembukaan Pramuka antar-pesantren se-Banten, Jawa Barat, dan Lampung, sekaligus Milad ke-30 Ponpes Manahijussadat Kabupaten Lebak, Senin.
Wamenag menyebutkan empat musuh besar itu adalah pertama, terorisme dengan hasutan membenci negara sendiri dan hasutan memecahkan belah persatuan bangsa.
Kedua, peredaran narkoba dari pusat hingga ke desa-desa karena ada pemainnya juga ada antek dengan sasaran kalangan muda.
Baca juga: Wamenag nilai santri telah tunjukkan identitas berkarakter
Ketiga, Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), karena itu merupakan program internasional untuk menghancurkan bangsa Indonesia, khususnya yang memahami anti agama dan anti kebangsaan. Selain itu, lanjutnya, juga LGBT ingin meruntuhkan moral bangsa dan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan.
"Kami minta santri pramuka dengan tegas menolak terorisme, narkoba, dan LGBT," katanya.
Kemudian keempat, pengendalian sistem digital melalui telepon pintar (smart phone) dapat digunakan untuk apa saja.
Namun Wamenag mengaku handphone pada era digitalisasi juga dapat digunakan untuk kepentingan-kepentingan yang benar dan baik serta memudahkan komunikasi dan silaturahmi.
Baca juga: Hari Santri, santri diingatkan agar kuasai bahasa asing dan teknologi
"Tetapi, jangan terjebak untuk hal- hal yang dilarang Allah," ucap Wamenag Romo M Syafi'i.
Wamenag mengatakan para pejuang kemerdekaan RI rata-rata alumni pesantren yang membentuk Badan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BUPKI), yang kemudian menjadi tim perumus Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang beranggotakan pula alumni pesantren.
Oleh karena itu, kata dia, Indonesia merdeka sangat kental dengan pesantren. Bahkan pesantren di Jawa Timur berkumpul untuk mendeklarasikan resolusi jihad yang isinya untuk mempertahankan Indonesia merdeka hukumnya wajib.
"Mereka mempertahankan negara dengan meregang nyawa," kata Wamenag Romo M Syafi'i.
Baca juga: Wamenag: Pesantren berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan
Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Mansyur suryana
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira