Roma (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Vatikan Uskup Agung Paul Richard Gallagher mengatakan Tahta Suci akan terus mendukung dengan tegas opsi "solusi dua negara" di Timur Tengah.
Saat berbicara kepada para jurnalis Foreign Press Association di Roma, Selasa (27/10), sekretaris Vatikan untuk Hubungan dengan Negara-negara dan Organisasi Internasional itu juga menanggapi berbagai pertanyaan mengenai sejumlah isu internasional.
Gallagher menegaskan Tahta Suci akan terus dengan tegas memperjuangkan pembentukan dua negara, meskipun ada penolakan di kalangan tokoh oposisi Israel selama masa kampanye pemilu.
Baca juga: Paus Leo dinyatakan pulih usai operasi kanker, bebas terapi lanjutan
Dia mengatakan Israel telah berada dalam suasana kampanye pemilu yang berkepanjangan dan tidak realistis mengharapkan para politisi oposisi untuk secara terbuka mendukung usulan tersebut dalam situasi seperti itu.
Gallagher menekankan bahwa penolakan dari sejumlah tokoh politik Israel tidak berarti komunitas internasional telah menarik dukungannya terhadap solusi dua negara.
Dia juga usulan tersebut tetap mendapat dukungan cukup besar dari internasional. Namun, Gallagher mengakui keadaan saat ini membuat implementasi usulan tersebut tidak mungkin terwujud.
Gallagher menggarisbawahi bahwa perbaikan kondisi di Tepi Barat yang diduduki sangat penting untuk mencapai kemajuan yang berarti menuju penyelesaian; sementara masalah berkaitan dengan Jalur Gaza juga perlu ditangani dan diselesaikan.
Baca juga: Paus Leo XIV kembali serukan perdamaian di Timur Tengah
Perang Rusia-Ukraina
Sementara itu, terkait kondisi konflik Rusia dan Ukraina, Uskup Gallagher mengatakan Vatikan tidak menganggap memiliki peran dalam negosiasi gencatan senjata di Oleshky, wilayah selatan Ukraina yang diduduki Rusia.
Paus Leo XIV baru-baru ini telah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Dalam pertemuan itu, Gallagher mengatakan Vatikan memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangannya kepada kedua belah pihak.
Dia mencatat tidak ada pihak yang menginginkan Vatikan bertindak langsung sebagai mediator atau fasilitator, melainkan lebih memilih agar Vatikan mengambil peran yang bersifat mendukung.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Paus Leo sebut konflik AS-Iran bukan perang yang adil
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Cindy Frishanti Octavia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira