Jadi yang satu bulan sekali itu yang gratis, itu rutin dari DKI

Jakarta (ANTARA) - Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB) Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mengelola lima gedung seni pertunjukan daerah untuk mendukung aktivitas para pelaku seni di ibu kota.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Retno Setiowati mendorong pengelolaan aset daerah tersebut agar memfasilitasi kebutuhan ruang panggung seni budaya tradisional secara memadai.

"Ada yang di bawah UP GPSB itu seperti Miss Tjitjih, ada WOB, ada Balai Budaya yang di Condet, selain itu Gedung Kesenian Jakarta dan Taman Benyamin Sueb," ujar Retno saat ditemui seusai menonton pertunjukan teater "Swara Ibu: Nyanyian dari Hutan" di Gedung Kesenian Bharata, Senen Jakarta Pusat, Minggu.

Retno menjelaskan bahwa kelima fasilitas tersebut memiliki karakteristik pertunjukan seni yang berbeda. Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata (WOB) di Senen memiliki karakteristik seni pertunjukan wayang orang, sedangkan Gedung Kesenian Miss Tjitjih di Cempaka Putih memiliki karakteristik seni tradisional ala Sunda. Sementara itu, Balai Budaya Condet memiliki karakteristik sebagai pusat latihan pelestarian seni tradisi Betawi.

Menurut Retno, pemerintah daerah menerapkan tarif retribusi pemanfaatan aset yang bersahabat agar seluruh fasilitas kesenian daerah dapat diakses oleh semua kalangan pelaku industri kreatif secara terjangkau.

Dinas Kebudayaan juga memberikan insentif berupa pembebasan biaya sewa gedung satu bulan sekali untuk agenda pementasan rutin kesenian di setiap gedung yang anggarannya dibiayai langsung oleh daerah sehingga dapat disaksikan masyarakat secara gratis.

"Jadi yang satu bulan sekali itu yang gratis, itu rutin dari DKI. Tapi ada juga pertunjukan mereka yang membayar retribusi ke gedung," kata Retno.

Pemberlakuan retribusi gedung yang terjangkau itu salah satunya dimanfaatkan oleh Perkumpulan Pencinta Seni Tari (PPST) Kencana Mas dari Tebet, Jakarta Selatan, untuk menyelenggarakan pertunjukan dramatari "Swara Ibu: Nyanyian dari Hutan" di Gedung Kesenian Bharata.

Profil gedung pertunjukan seni budaya Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dapat disimak selengkapnya melalui YouTube @disbuddki.

Baca juga: Anak berusia mulai dari empat tahun menari untuk selamatkan hutan

Baca juga: DKI anggarkan Rp28,9 miliar untuk revitalisasi tiga gedung kesenian

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Abdu Faisal

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira