KTI (Kawasan Timur Indonesia) kan sudah lama tertinggal dalam berbagai indeks. Ini tidak adil dan tidak boleh
Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Jamaluddin Jompa (JJ) mengatakan keberadaan Pusat Litbang Opini Publik, Demokrasi, dan Pembangunan LPPM Unhas hadir untuk mengakomodir aspirasi atau suara masyarakat Indonesia Timur terhadap perkembangan dan kondisi bangsa.
Prof JJ di Makassar, Rabu, mengatakan Kawasan Timur Indonesia sering tertinggal dalam berbagai indeks dan kerap kali suaranya tenggelam karena kalah jumlah populasi dibandingkan wilayah barat, khususnya di Pulau Jawa.
Padahal, kata dia, dalam metode survei Stratified, populasi besar diambil dengan sampel yang besar. Namun diperlukan segregasi atau wadah khusus untuk memastikan suara dari wilayah dengan populasi kecil di timur tidak terkubur oleh mayoritas.
"KTI (Kawasan Timur Indonesia) kan sudah lama tertinggal dalam berbagai indeks. Ini tidak adil dan tidak boleh. Saya kira pemerintah pun menyadari itu sehingga ada dulu kementerian khusus untuk pembangunan kawasan timur, kawasan timur ini memang identik dengan ketertinggalan," ujarnya saat membuka diskusi hasil survei Pusat Litbang Unhas.
Baca juga: Rektor: Unhas motor pengembangan SDM di Kawasan Timur Indonesia
Prof JJ menegaskan suara-suara dari timur jangan lewat atau ditinggalkan. Sebab jika menggunakan survei nasional saja, maka suara khusus dari timur tersegregasi (pemisahan suatu kelompok dari kelompok lain berdasarkan karakteristik tertentu seperti ras, etnis, agama) yang tentunya akan menghadirkan ketidakadilan bagi masyarakat KTI.
Pada intinya, menurut dia, upaya ini bertujuan agar suara masyarakat Indonesia, khususnya di kawasan timur dari berbagai aspek kehidupan, dapat didengar secara lebih komprehensif, transparan, adil, serta proporsional.
"Jadi dalam momentum ini kami minta dukungan untuk merilis beberapa survei-survei yang manfaatnya adalah untuk bagaimana suara dari masyarakat kawasan timur ini juga terdengar," ujar Prof JJ.
Baca juga: Di Unhas, Bappenas ungkap harapan pembangunan berkelanjutan di KTI
Baca juga: PTN kawasan timur Indonesia-Universitas Borneo kerja sama konsorsium
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Abdul Kadir
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira