Surabaya (ANTARA) - Sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar Shalat Istisqa di kampus setempat, Jumat, untuk memohon turunnya hujan di tengah cuaca panas dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Rektor Umsura Prof. Mundakir mengatakan Shalat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar dan ekspresi keimanan sebagai umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan.

"Di tengah suhu udara yang semakin panas, kita membutuhkan hujan untuk menciptakan kondisi yang lebih sejuk. Selain itu, kita juga melihat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia yang hingga kini masih menjadi persoalan,” ujarnya.

Ia mengatakan pelaksanaan Shalat Istisqa yang diikuti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa tersebut dilatarbelakangi kondisi cuaca panas yang dirasakan masyarakat, khususnya di Surabaya dan sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan setelah shalat Jumat itu, Umsura berharap hujan segera turun untuk menyejukkan udara sekaligus membantu mengatasi karhutla yang masih terjadi di Kalimantan, Sumatera, dan wilayah lainnya.

Mundakir berharap doa yang dipanjatkan bersama seluruh sivitas akademika Umsura dikabulkan Allah SWT.

Baca juga: Ribuan warga di Banyuwangi shalat minta turun hujan

Menurut dia, harapan atas turunnya hujan tidak hanya ditujukan bagi Surabaya, tetapi juga bagi wilayah terdampak karhutla agar kondisi lingkungan berangsur pulih.

“Semangatnya adalah menghidupkan kembali tuntunan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Ketika hujan belum turun dan masyarakat membutuhkan air, kita dianjurkan untuk memohon kepada Allah melalui Shalat Istisqa. Harapannya, ikhtiar ini menjadi jalan agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” katanya.

Dalam khutbahnya, dosen Umsura Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag menjelaskan bahwa Shalat Istisqa merupakan bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Namun, menurut dia, makna istisqa tidak terbatas pada kondisi kekeringan atau kekurangan air.

“Secara lebih luas, istisqa menjadi bentuk ketergantungan manusia kepada Allah ketika menghadapi persoalan air yang berada di luar kendalinya, baik ketika air sulit diperoleh maupun ketika curah hujan berlebihan menimbulkan musibah,” kata Mahsun.

Mahsun juga mengajak jamaah melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Ia menjelaskan dalam Al Quran surah Luqman ayat 34 bahwa pengetahuan tentang turunnya hujan termasuk perkara gaib yang hanya diketahui Allah SWT.

Baca juga: Ribuan santri Ponorogo gelar shalat istisqa mohon hujan

Ia menambahkan, Rasulullah SAW telah mencontohkan sejumlah cara untuk memohon turunnya hujan, di antaranya melaksanakan Shalat Istisqa di lapangan, menyampaikan khutbah, serta berdoa memohon hujan dalam berbagai kesempatan.

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Willi Irawan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira