Istanbul (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut ada rudal Korea Utara yang digunakan Rusia dalam serangan udara terbaru ke negaranya, termasuk Ibu Kota Kiev.

Dalam pernyataannya pada media sosial X menyusul koordinasi dengan pejabat, Sabtu, Zelenskyy memastikan asesmen teknis masih berlangsung di titik-titik yang terdampak serangan rudal balistik Rusia.

"Menurut temuan awal, pada salah satu fasilitas energi utama yang rusak, pihak Rusia menggunakan rudal KN-23 yang diproduksi dan dipasok Korea Utara," kata presiden Ukraina itu.

Ia menyebut temuan itu sebagai "satu bukti lagi bahwa sanksi global masih harus diperkuat secara signifikan".

Rusia menggunakan 36 rudal dalam serangan terbaru dan hanya empat rudal yang berhasil dicegat, kata dia, sembari menyoroti stok instalasi pencegat rudal Patriot yang semakin menipis.

Dalam hal itu, menurut Zelenskyy, Amerika Serikat ada dalam "posisi terbaiknya" untuk menolong Ukraina, dengan Kiev terus mengusahakan percepatan pengiriman serta penyampaian pesan yang diperlukan kepada Washington supaya Ukraina menerima bantuan untuk melindungi rakyatnya.

"Hal ini jadi semakin penting saat ini -- tak hanya menjelang musim dingin, tapi juga menjelang satu upaya bersama yang baru dengan mitra-mitra kita untuk menghidupkan kembali negosiasi," kata dia.

Ia lantas menuding Rusia berusaha membuat tekanan baru terhadap posisi negosiasi Ukraina dan sekutunya di saat kedua negara menyongsong negosiasi trilateral yang dimediasi AS pada Selasa depan di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi.

"Kami berharap Amerika Serikat, sebagaimana mitra-mitra kami yang lain, akan bertindak sesuai prinsip" kata presiden Ukraina itu.

Zelenskyy juga mengatakan telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri Ivan Vyhivsky dan pemerintah daerah untuk mempersiapkan rute cadangan dan transportasi tambahan ke Kiev, mengingat saat ini belum ada rencana kontingensi di tingkat kota.

Negaranya saat ini mengandalkan kontribusi baru dari negara-negara Eropa, katanya sembari memastikan akan ada paket dukungan energi dan logistik baru untuk Ukraina.

Sebelumnya pada Sabtu, Angkatan Udara Ukraina menyebut telah menembak jatuh 149 dari 172 drone dan empat rudal balistik yang diluncurkan Rusia ke Kyiv.

Kementerian Pertahanan Rusia membenarkan telah meluncurkan serangan besar-besaran ke ibu kota Kiev yang mengenai infrastruktur industri militer, energi, dan transportasi di sana, termasuk Jembatan Pivnichnyi.

Rusia mengeklaim infrastruktur yang mereka serang digunakan Kiev untuk mendukung Angkatan Bersenjata Ukraina.

Serangan malam tersebut terjadi sehari setelah Zelenskyy mengungkapkan informasi intelijen soal rencana serangan Rusia ke infrastruktur energi dan sipil serta jembatan-jembatan yang melintang di Sungai Dnieper di Ukraina.

Otoritas Rusia maupun Korut masih belum menyampaikan tanggapan atas tudingan Zelenskyy itu. Sementara, verifikasi independen sulit dilakukan karena perang masih berlangsung.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Layanan Yandex berangsur pulih usai serangan drone Ukraina

Baca juga: Rusia klaim hancurkan 351 drone Ukraina dalam semalam

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Nabil Ihsan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira