State Grid Hebei Electric Power Company Limited
Shijiazhuang, China (ANTARA/Xinhua-AsiaNet)—Baru-baru ini, sebuah “tantangan ekstrem” bagi keamanan jaringan listrik berhasil diselesaikan. Ketika saluran pengumpul 35 kV di Ladang Angin Liuqing dialiri listrik dan beroperasi secara stabil selama lebih dari tiga jam, uji black start tingkat stasiun pertama pada ladang angin pembentuk jaringan (grid-forming) di Hebei Power Grid berhasil dilakukan. Hal ini menandai peningkatan fungsi ladang angin—dalam skenario gangguan jaringan dan pemadaman listrik, sebuah ladang angin dapat melakukan penyalaan secara mandiri dan memberikan dukungan lokal, sehingga menjadi kekuatan penting bagi pemulihan jaringan listrik secara cepat.
Yang disebut “black start” merupakan teknologi utama bagi keamanan jaringan listrik skala besar. Secara sederhana, istilah ini mengacu pada kemampuan jaringan listrik untuk membangun kembali tegangan dan memulihkan pasokan dengan menggunakan sumber dayanya sendiri tanpa bergantung pada daya dari jaringan eksternal, setelah terjadi pemadaman listrik berskala besar akibat gangguan. Teknologi ini sering digambarkan sebagai “percikan” untuk menghidupkan kembali jaringan listrik.
Selama ini, turbin angin konvensional merupakan perangkat yang “mengikuti jaringan” (grid-following) dan memerlukan dukungan tegangan dari jaringan eksternal. Begitu jaringan kehilangan daya, turbin akan berhenti beroperasi dan hanya dapat menunggu sumber lain, seperti tenaga air dan tenaga termal, untuk “datang menyelamatkan”. Hingga akhir September 2026, kapasitas terpasang energi baru tenaga angin dan surya di Jaringan Listrik Hebei Selatan mencapai 59,23 juta kilowatt, atau lebih dari 61% dari total kapasitas di wilayah tersebut, sehingga energi baru menjadi sumber energi yang dominan. Dengan pertumbuhan pesat energi baru dalam jaringan listrik Hebei, pemanfaatan potensi ladang angin untuk memulihkan pasokan listrik di sekitarnya memiliki arti strategis bagi peningkatan respons jaringan dalam kondisi ekstrem.
Turbin angin pembentuk jaringan (grid-forming), yang dipadukan dengan penyimpanan energi, dapat membangun tegangan dan frekuensi secara mandiri. Bahkan dalam kondisi pemadaman listrik total, turbin tersebut dapat melakukan penyalaan mandiri seperti sumber listrik independen dan menggerakkan peralatan lain di stasiun untuk secara bertahap kembali beroperasi.
Sebelum pengujian, tim teknis dari Institut Penelitian Tenaga Listrik Hebei milik State Grid membangun model simulasi berpresisi tinggi, menyimulasikan kondisi kompleks, serta berulang kali memverifikasi dan menyaring risiko pada tahapan penting, seperti pembentukan tegangan, dampak penyambungan ke jaringan, dan pengoperasian dengan beban secara stabil. Di lokasi pengujian, dengan menggunakan teknologi terpadu canggih pembentukan jaringan tenaga angin dan penyimpanan energi, peralatan penyimpanan energi membantu turbin membangun tegangan secara mandiri dan berhasil mengaliri listrik ke saluran pengumpul 35 kV. Selama lebih dari tiga jam berikutnya, peralatan beroperasi dengan lancar, sehingga mencapai tujuan penggunaan satu turbin pembentuk jaringan untuk menggerakkan proses penyalaan kembali seluruh ladang angin.
Keberhasilan pengujian ini berarti tata letak sumber daya black start di Hebei terus dioptimalkan. Selain sumber daya terpusat yang telah tersedia, seperti pembangkit listrik tenaga air dengan sistem penyimpanan energi pompa, turbin angin kini ditambahkan sebagai sumber daya pemulihan darurat lokal. Hal ini tidak hanya memperkuat garis pertahanan keamanan jaringan listrik di tengah tingginya proporsi energi baru, tetapi juga membuka jalur teknis baru untuk pemulihan pasokan listrik secara cepat dalam skenario gangguan pada masa mendatang, sekaligus menyediakan contoh rekayasa yang dapat direplikasi bagi wilayah beban listrik dengan proporsi energi baru yang tinggi di China Utara.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · PR Wire
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira