Indonesia tidak hanya menjadi lokasi penelitian, tetapi juga berperan aktif dalam kepemimpinan ilmiah, mulai dari penyusunan pertanyaan penelitian, penyusunan protokol, perancangan, hingga pelaksanaan studi bersama mitra internasional dan nasional
Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) memimpin riset internasional tentang pencegahan tuberkulosis (TBC) pada kontak serumah pasien TBC dan diharapkan dapat memperkuat bukti ilmiah bagi pengembangan strategi pencegahan TBC di Indonesia maupun tingkat global.
Wakil Rektor UI Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni Hamdi Muluk di kampus UI Depok, Senin, menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan penelitian yang mampu menjawab persoalan kesehatan yang kompleks.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara resmi meluncurkan studi Prevention of Household Tuberculosis with Optimal Nutrition (PHOTON).
Menurutnya, keterlibatan UI dalam studi PHOTON menunjukkan komitmen universitas dalam menghasilkan bukti ilmiah yang dapat mendukung pengambilan kebijakan berbasis riset.
Baca juga: UI edukasi kesehatan warga Pulau Panggang untuk tekan TBC
Peluncuran PHOTON menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, institusi akademik, mitra penelitian internasional, serta berbagai pemangku kepentingan kesehatan, untuk menjawab tantangan TBC yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat.
Indonesia sendiri saat ini masih menempati peringkat kedua negara dengan beban TBC tertinggi di dunia, dengan lebih dari satu juta kasus baru setiap tahunnya.
“Ini adalah studi dalam skala besar yang pertama kali dilakukan, sehingga menjadi capaian yang sangat bagus untuk Indonesia. Tentu kami bangga dapat memberikan evidence yang kuat melalui pendekatan ilmiah untuk mendukung pengambilan kebijakan,” ujar Hamdi Muluk.
Studi PHOTON dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan bukti ilmiah yang lebih kuat mengenai hubungan antara status gizi dan risiko TBC.
Direktur Center for Global Resilience in Health and Nutrition (C-GRHEN) sekaligus Principal Investigator PHOTON Indonesia Rina Agustina menjelaskan intervensi gizi berpotensi menjadi strategi pelengkap dalam upaya perlindungan kelompok rentan serta mendukung percepatan eliminasi TBC.
Baca juga: Tim Pengmas UI periksa kesehatan cegah stunting masyarakat Badui
PHOTON merupakan uji klinis berskala besar yang melibatkan total 78.400 peserta di Indonesia dan Tanzania, dengan lebih dari 42.000 peserta berasal dari Indonesia.
UI melalui CGRHEN akan menjadi ujung tombak dalam proses penelitian di Indonesia, yang berkolaborasi dengan Summit Institute for Development (SID), Siklus Indonesia, serta University of Oxford.
Sementara itu pelaksanaan di Tanzania dipimpin oleh National Institute for Medical Research (NIMR). Studi ini didukung pendanaan dari Gates Foundation, Wellcome Trust, dan Novo Nordisk Foundation.
Menurut Rina, PHOTON tidak hanya penting karena skala penelitiannya yang besar, tetapi juga karena menunjukkan peran aktif Indonesia dalam kepemimpinan ilmiah global.
"Indonesia tidak hanya menjadi lokasi penelitian, tetapi juga berperan aktif dalam kepemimpinan ilmiah, mulai dari penyusunan pertanyaan penelitian, penyusunan protokol, perancangan, hingga pelaksanaan studi bersama mitra internasional dan nasional,” ujarnya.
Baca juga: WHO terbitkan informasi cepat obat pencegah TBC
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Feru Lantara
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira