Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK) dan Komite Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) menyelenggarakan kegiatan Festival Anak Bermain di Gerbang Utama GBK.

"Hari ini kita sedang berada di kawasan car free day dan ada hal yang unik karena tersedia berbagai permainan tradisional yang bisa dimainkan oleh masyarakat. Ini merupakan kolaborasi KemenPPPA, GBK, dan KPOTI sebagai upaya menurunkan screen time anak-anak kita," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Menurut dia, inisiatif tersebut dilaksanakan sebagai upaya negara dalam menjamin pemenuhan hak atas pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya anak di ruang publik.

Dalam kegiatan tersebut, disediakan 18 varian permainan tradisional, di antaranya egrang, lompat tali, gasing, dan berbagai permainan tradisional lainnya.

Baca juga: Menteri PPPA: Bermain bantu anak kembangkan potensi dan percaya diri

Saat meninjau kegiatan, pihaknya pun turut mencoba sejumlah permainan bersama anak-anak dan para pengunjung.

Ia mengatakan esensi pengenalan permainan tradisional jauh melampaui aspek rekreasional semata, melainkan sebagai medium pembentukan karakter dan mentalitas sosial anak.

"Permainan tradisional tidak ada yang dimainkan sendiri, sedikitnya membutuhkan dua orang. Jadi, bagaimana dia menghargai orang lain, bersikap sportif, jujur, dan mau antre. Ini karakter-karakter yang sedang kita bangun supaya generasi yang akan datang menjadi generasi yang berkualitas dan berkarakter," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Program ini tidak berhenti di satu gelaran saja. Pada 8 dan 15 November 2026 mendatang, masyarakat bisa kembali mengunjungi Festival Anak Bermain di Gerbang Utama GBK.

Pelaksanaan Festival Anak Bermain ini sekaligus menandai rangkaian awal Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap 20 November. Puncaknya, KemenPPPA bersama PPK-GBK dan KPOTI akan mengadakan aktivasi ruang bermain berbasis permainan tradisional di Moja Museum pada 22 November 2026.

Baca juga: Menteri PPPA: Permainan tradisional solusi batasi anak bermain gawai

Baca juga: Psikolog sebut bermain sarana belajar efektif bagi tumbuh-kembang anak

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Anita Permata Dewi

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira