Jakarta (ANTARA) - Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran memperkuat sistem pengamanan kawasan seluas 450 hektar melalui penambahan personel menjadi 173 orang, penyediaan 19 pos keamanan, pemasangan 69 kamera pengawas (CCTV) baru serta peningkatan patroli rutin.

PPK Kemayoran, sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menyampaikan langkah itu dilakukan untuk meningkatkan keamanan kawasan yang mencakup permukiman, perkantoran, perdagangan, dan ruang publik.

"PPK Kemayoran menambah personel keamanan dan menambah pos keamanan di seluruh kawasan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas keamanan kawasan yang menjadi pusat aktivitas hunian, perkantoran, perdagangan, dan ruang publik di Jakarta," kata Direktur Utama PPK Kemayoran Teddy Robinson dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Jumlah personel pendukung pengamanan meningkat dari 120 orang pada 2025 menjadi 173 orang pada 2026. Sebanyak 166 orang di antaranya merupakan petugas keamanan yang dibagi dalam tiga peleton dengan sistem sif untuk memastikan pengawasan berlangsung selama 24 jam.

Dari 19 pos keamanan yang tersedia, tujuh di antaranya merupakan pos baru yang ditempatkan di sejumlah titik strategis. PPKK juga menambah 69 unit CCTV pada 26 titik untuk memperluas pemantauan dan mempercepat deteksi potensi gangguan keamanan.

Selain itu, patroli menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat dilakukan secara rutin dengan pembagian wilayah pengawasan di Blok A, B, C, dan D. Pola itu ditujukan untuk mempercepat respons petugas terhadap gangguan keamanan dan ketertiban.

"Keamanan merupakan aspek mendasar dalam membangun sebuah kawasan. Kami ingin komplek Kemayoran tidak hanya tumbuh sebagai kawasan hunian, bisnis, perdagangan, dan pusat berbagai aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi lingkungan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap orang," ujar Teddy.

Karena itu, kata dia, penguatan sistem keamanan menjadi prioritas melalui peningkatan personel, infrastruktur pengawasan, patroli serta koordinasi dengan aparat terkait.

Pengamanan juga melibatkan unsur Forkopimcam/Forkopimko dan aparat terkait melalui pertukaran informasi, deteksi dini, patroli serta penertiban bersama. Kegiatan itu, di antaranya patroli untuk mengantisipasi balap liar, penertiban Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Pekerja Seks Komersial (PSK) bersama Suku Dinas Sosial.

Petugas keamanan PPK Kemayoran juga disiapkan untuk memberikan penanganan awal terhadap penangkapan langsung dalam tindak kriminalitas seperti pencurian, tawuran, vandalisme dan begal.

Tidak hanya itu, tim pengamanan PPK Kemayoran juga memberikan pertolongan pertama pada kejadian kecelakaan serta pertolongan pertama pada kejadian kebakaran dengan cara pengaturan lalu lintas hingga membantu evakuasi warga.

Berdasarkan data Divisi Hukum dan Pengamanan PPK Kemayoran, insiden kriminalitas turun 13,6 persen, dari 22 kejadian pada 2025 menjadi 19 kejadian pada 2026. Sementara itu, kecelakaan berkurang 47,5 persen, dari 40 menjadi 21 kejadian.

"PPK Kemayoran menyadari bahwa mewujudkan kawasan yang benar-benar aman membutuhkan upaya yang konsisten dan tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, kami akan terus mengevaluasi pola pengamanan, memperkuat kesiapsiagaan personel, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi serta membangun sinergi dengan aparat dan masyarakat," ucap Teddy.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Benardy Ferdiansyah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira