Beijing (ANTARA) - Taiwan menerima tiga jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat (AS) dalam rangkaian pengiriman gelombang kedua pada Minggu, kata Otoritas Pertahanan Nasional Taiwan.

Pada awal Oktober, The War Zone melaporkan bahwa Taiwan telah menerima dua jet tempur F-16V Block 70 pertama dari AS dari total 66 pesawat tempur yang direncanakan.

Kedua pesawat tersebut menjadi jet tempur baru pertama hasil perakitan pabrik yang dikirim ke Taiwan dalam 25 tahun terakhir.

"Dua unit pertama. Kini tiga unit lagi. Gelombang kedua pesawat F16_BLK70 mendarat di Taiwan hari ini," tulis pernyataan kementerian tersebut.

Kantor Berita Pusat Taiwan (CNA) melaporkan bahwa ketiga pesawat dengan nomor ekor 6729, 6731, dan 6732 mendarat di Pangkalan Udara Chihhang, Kabupaten Taitung, Taiwan tenggara, sekitar pukul 11.00 waktu setempat (03.00 GMT/10:00 WIB).

Pada 2019, AS menyetujui penjualan 66 jet tempur F-16V senilai sekitar delapan miliar dolar AS (sekitar Rp144,87 triliun) kepada Taiwan. Pengiriman awalnya diperkirakan dimulai pada 2023 dan rampung pada 2026, tetapi jadwal tersebut mengalami penundaan.

Baca juga: China ancam batalkan pertemuan Xi-Trump jika AS jual senjata ke Taiwan

Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Republik Rakyat China. Penerapan prinsip Satu China menjadi syarat wajib bagi negara-negara lain yang ingin menjalin atau mempertahankan hubungan diplomatik dengan China.

Hubungan resmi antara pemerintah pusat China dan provinsi kepulauannya tersebut terputus pada 1949.

China berulang kali mendesak AS menghentikan penjualan senjata kepada Taiwan dan tidak memicu ketegangan di Selat Taiwan.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa kerja sama militer AS dengan Taiwan dan penjualan senjata ke pulau tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip Satu China dan tiga komunike bersama China-AS.

Menurut kementerian itu, tindakan tersebut sangat merugikan kedaulatan dan kepentingan keamanan China serta mengancam stabilitas di Selat Taiwan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Rubio tegaskan AS tetap mempertahankan sikap status quo atas Taiwan

Penerjemah: Primayanti
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Primayanti

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira