Moskow (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Italia mencatat adanya laporan tiga dari sembilan warga negaranya yang berada di kereta cepat Spanyol yang mengalami kecelakaan masih hilang. Ketiganya adalah perempuan.

"Berdasarkan daftar penumpang kereta Iryo dan informasi awal mengenai kereta Renfe, sejauh ini sembilan warga Italia telah teridentifikasi sebagai pihak yang terdampak insiden tersebut," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, Kamis.

"Lima penumpang dari kedua kereta ditemukan dalam kondisi stabil, satu penumpang lainnya dirawat di rumah sakit di Toledo, sementara tiga orang lainnya dilaporkan hilang,” kata mereka.

Kementerian Luar Negeri Italia mengatakan pihaknya terus memantau situasi bersama kedutaan besar dan konsulat jenderal Italia di Madrid.

Atas arahan Menteri Luar Negeri Antonio Tajani, petugas konsuler akan terus mengunjungi rumah sakit di sekitar lokasi kecelakaan serta pusat-pusat tempat para penyintas berkumpul untuk memperoleh informasi lebih lanjut dan memberikan bantuan.

Warga negara Argentina, Jepang, Filipina, Korea Selatan, dan China termasuk di antara para korban tewas maupun luka-luka dalam tabrakan kereta tersebut, lapor surat kabar Spanyol El Pais mengutip keterangan kedutaan besar negara-negara tersebut di Spanyol.

Baca juga: PM Spanyol umumkan tiga hari berkabung pasca-tabrakan kereta maut

Seorang warga negara Argentina dilaporkan meninggal dunia, sedangkan sejumlah penumpang asal Jepang, China, Filipina, dan Korea Selatan mengalami luka-luka.

Jumlah korban tewas berpotensi bertambah karena masih ada kemungkinan jenazah lain terjebak di bawah reruntuhan, kata Esther Padilla, juru bicara pemerintah wilayah otonom Castilla-La Mancha.

"Seluruh tim penyelamat masih bekerja dengan sangat hati-hati karena kami belum dapat memastikan bahwa tidak ada lagi korban meninggal di antara puing-puing logam yang ringsek," katanya kepada media penyiaran Spanyol RTVE.

Dua kereta penumpang bertabrakan di Provinsi Toledo, Spanyol, pada 28 Oktober setelah adanya gangguan komputer yang melumpuhkan sistem keselamatan kereta.

Pihak berwenang menyatakan hampir 70 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, dan menetapkan tiga hari berkabung nasional.

Kedutaan Besar Rusia di Spanyol mengatakan kepada RIA Novosti bahwa pihaknya belum menerima laporan dari warga negara Rusia terkait dengan tabrakan kereta tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Jaringan kereta cepat Spanyol menuai sorotan setelah tabrakan maut

Penerjemah: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Katriana

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira