Jakarta (ANTARA) -

Berinteraksi dengan orang yang selalu berpikiran negatif dapat menguras energi dan memengaruhi suasana hati. Karena itu, seseorang perlu menetapkan batasan agar tidak ikut terbawa pesimisme orang lain.

Psikolog klinis Patricia Dixon, PsyD, mengatakan bahwa terlalu sering berada di sekitar orang yang selalu mengeluh dapat menguras energi emosional seseorang.

"Jika Anda terus-menerus berada di sekitar seseorang yang selalu tidak bahagia, Anda bisa mulai merasa tidak bahagia juga," kata Dixon sebagaimana dikutip dari laman Real Simple pada Kamis (5/11).

Baca juga: Mendukbangga ingatkan remaja tak jadikan AI tempat curhat utama

Dalam laman tersebut menggunakan istilah Eeyore untuk menggambarkan orang yang cenderung melihat sisi negatif dari berbagai situasi.

Psikolog klinis dan neuropsikolog forensik Judy Ho, PhD, menambahkan bahwa seseorang terkadang merasa bertanggung jawab menjaga suasana hati orang lain tetap positif. Kebiasaan tersebut dapat melelahkan, terutama ketika setiap upaya memberikan dukungan selalu dibalas dengan alasan mengapa sesuatu tidak akan berhasil.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, psikolog klinis Karen Vincent, LCSW, menyarankan agar seseorang menyampaikan perilaku pesimistis tersebut secara baik-baik. Langkah ini dapat membantu orang yang bersangkutan menyadari kebiasaannya dan mempertimbangkan perubahan.

Baca juga: PIK-R dan Genre siapkan ruang aman jaga kesehatan mental remaja

Menetapkan batasan juga penting, misalnya dengan membatasi waktu mendengarkan keluhan atau menentukan topik yang tidak ingin terus-menerus dibicarakan. Seseorang juga disarankan meluangkan waktu bersama orang-orang yang memberikan dukungan dan energi positif.

Ho menyarankan agar percakapan diarahkan pada sudut pandang yang lebih seimbang. Alih-alih meminta seseorang untuk selalu melihat sisi positif, ajukan pertanyaan seperti "Apa kemungkinan penjelasan lainnya?" untuk membantu mereka mempertimbangkan perspektif berbeda.

Baca juga: Kekerasan emosional pada anak, ini dampaknya hingga dewasa

Vincent juga menyarankan agar seseorang mengajak lawan bicara menyebutkan satu hal positif untuk setiap hal yang dikeluhkan.

Meski demikian, Ho mengingatkan bahwa seseorang tidak dapat memaksa orang lain menjadi optimistis. Karena itu, penting untuk menerima bahwa perubahan hanya dapat terjadi jika orang tersebut bersedia melakukannya.

Baca juga: 7 manfaat menangis bagi kesehatan fisik dan mental

Baca juga: Orang tua terlalu mengatur anak? Ini dampaknya bagi mental

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Farika Nur Khotimah

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira