Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi mengaku puas dengan pencapaiannya meski harus terhenti pada babak perempat final Korea Open 2026.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Yeosu, Korea Selatan, Jumat, Kadek mengakui ketangguhan tunggal putri Jepang Akane Yamaguchi dua gim langsung 13-21, 18-21.
"Di luar hasil hari ini, saya pasti senang banget karena enggak mudah juga bisa mencapai babak delapan besar apalagi harus melewati kualifikasi dengan lawan-lawan yang tangguh. Hanya tentunya saya enggak puas juga, pasti ingin hasil yang lebih lagi," kata Kadek dikutip dari PBSI.
Pada pertandingan perempat final menghadapi unggulan kedua tersebut, Kadek menilai ia belum bisa tampil maksimal pada laga dengan tempo permainan cepat.
"Saya kurang bisa menahan bola-bola dia jadi mudah mati sendiri. Pengembalian lobnya sangat dalam dan jauh dari jangkauan, itu membuat saya sangat kesulitan," ujar Kadek.
Kadek pun ingin meningkatkan kondisi fisik usai kekalahan tersebut. "Ke depan pasti harus lebih kuat lagi fisiknya, karena pasti kalau lawannya pemain top itu memang enggak gampang mati, bolanya juga susah-susah," kata Kadek.
Baca juga: Kehilangan momentum, Isyana/Rinjani tersingkir di Korea Open
Baca juga: Ginting petik pelajaran dari Malaysia untuk melaju di Korea Open
Baca juga: Mutiara petik pelajaran berharga dari debut Super 500
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Fajar Satriyo
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira