Jakarta (ANTARA) - Sound healing atau yang dikenal sebagai terapi suara kini menjadi sebuah tren yang mulai berkembang di dalam industri wisata kebugaran (wellness tourism).

"Secara global yang lagi dinikmati itu sound healing. Ada macam-macam sound healing," kata Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

GKR Bendara yang juga menjabat sebagai inisiator sekaligus Ketua Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 itu mengatakan tidak ada jenis spesifik yang lebih diminati, karena semua jenis terapi suara memiliki keunikannya tersendiri.

Di Yogyakarta misalnya, ia menyebut terdapat terapi suara yang menggunakan singing bowl atau mangkuk penyanyi yang terbuat dari logam hingga yang keluar dari suara alat musik tradisional gamelan. Salah satu destinasi yang menyediakan pengalaman ini adalah Desa Wisata Nglanggeran di Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

Baca juga: Menparekraf: Sound healing di desa wisata dukung pengobatan alternatif

"Yang ada di Desa Wisata Ngelanggaran, kami sudah coba kemarin dan itu ternyata menarik sekali. Karena mereka ada tiga alat musik gamelan yang dimainkan dan itu membuat kita dalam berbagai tingkatan meditasi dan lain sebagainya," kata GKR.

Dari sisi peminatnya, GKR menyampaikan pengalaman menarik ini telah digemari dari berbagai kalangan usia 50 tahun-an.

"Kalau sound healing itu peminatnya sangat bervariasi, sampai usia 45-50," ujarnya.

Ia menyampaikan sejauh ini pengalaman terapi suara lebih banyak ditemukan di Bali dengan berbagai macam variasinya. Beberapa di antaranya bahkan menggunakan alat musik dari luar negeri. Berdasarkan pengalamannya di sana, wisatawan mancanegara yang banyak mencoba hal serupa datang dari China, Australia dan Eropa.

Selain terapi suara, wisatawan mancanegara berusia 50 tahun ke atas juga gemar menikmati yoga atau aktivitas yang membutuhkan gerakan ringan secara fisik.

"Mereka mungkin ada yang kesulitan, ada yang seperti lutut dan yang sebagainya. Sehingga kalau meditasi dengan sound healing ini lebih untuk ke semua orang bisa," kata dia.

Baca juga: Kementerian Pariwisata petakan potensi wisata kebugaran

Baca juga: Kemenpar jadikan Jakarta dan Bali percontohan wisata kebugaran

Baca juga: Kekayaan wisata kebugaran Indonesia mulai dari jamu hingga pijat

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Hreeloita Dharma Shanti

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira