NextDev menjadi wadah bagi para technopreneur untuk membuktikan bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat menjawab persoalan nyata.

Denpasar (ANTARA) - Telkomsel kembali membuka program NextDev ke-12 untuk mendorong technopreneur lokal mengembangkan solusi digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Mengusung tema “AI-Powered Innovations”, NextDev tahun ini memprioritaskan perusahaan rintisan yang telah memanfaatkan atau mengeksplorasi teknologi AI untuk menjawab berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

General Manager Household Consumer Business Region Bali Nusra Ricky Erickson Panggabean dalam keterangannya, di Denpasar, Jumat, mengatakan NextDev menjadi wadah bagi technopreneur untuk membuktikan pemanfaatan teknologi dalam menyelesaikan persoalan nyata.

“NextDev menjadi wadah bagi para technopreneur untuk membuktikan bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat menjawab persoalan nyata. Sebagai impact incubator, NextDev akan mendampingi mereka memperkuat teknologi, bisnis, dan dampak, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan ekosistem Telkomsel,” ujarnya.

Menurut dia, program tersebut merupakan salah satu wujud semangat Melayani Sepenuh Hati Telkomsel melalui penguatan founder dan solusi digital yang dapat mengakselerasi kemajuan Indonesia.

Program NextDev ke-12 terdiri atas tiga tahap, yakni Scouting, Academy, dan Summit. Pada tahap Scouting, kurasi memprioritaskan solusi yang telah memanfaatkan atau mengeksplorasi AI dengan penilaian mencakup performa bisnis, dampak, keunikan inovasi, serta kualitas dan kesiapan technopreneur.

Sebanyak 20 technopreneur terpilih akan mengikuti proses validasi dan pitching sebelum diseleksi menjadi 10 peserta NextDev Academy. Mereka akan mendapatkan pendampingan mentor di bidang teknologi dan AI, keuangan, pemasaran, serta produktivitas.

Pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu peserta memvalidasi kebutuhan pengguna, memperkuat model bisnis, meningkatkan operasional, dan menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan AI.

Ia menjelaskan sepuluh technopreneur terbaik juga berkesempatan menjajaki kolaborasi bisnis dengan unit terkait di Telkomsel. Peluang tersebut mencakup eksplorasi kebutuhan, pengembangan dan uji coba solusi, hingga integrasi atau komersialisasi sesuai kesiapan dan relevansi masing-masing.

Perkembangan peserta dan bukti dampak inovasi mereka selanjutnya akan dipresentasikan dalam NextDev Summit pada 2027.

Dalam rangkaian roadshow di Jakarta, Makassar, Batam, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta, Telkomsel turut menghadirkan Pitching Battle.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada technopreneur lokal yang lolos kurasi awal untuk mempresentasikan solusi di hadapan panel juri, sekaligus memperoleh masukan dan peluang mengikuti seleksi nasional.

Pada Pitching Battle di Denpasar, tiga startup berpartisipasi, yakni Tripbone, Drillo, dan CABE Akademi.

Ketiganya menghadirkan inovasi digital di sektor pariwisata, pendidikan, serta pengembangan talenta digital.

Drillo berhasil memperoleh kesempatan fast track untuk langsung masuk dalam jajaran 20 besar technopreneur NextDev ke-12.

Perwakilan Drillo.id, Syifa, mengatakan pihaknya mengembangkan solusi pendidikan berbasis AI yang tidak hanya menyediakan latihan soal, tetapi juga membantu siswa dan sekolah menganalisis hasil ujian untuk mengetahui kemampuan yang perlu ditingkatkan.

Saat ini, Drillo telah bekerja sama dengan delapan sekolah di Bali dan menjangkau lebih dari 1.900 siswa.

Dalam 11 penyelenggaraan sebelumnya, NextDev telah menginkubasi 162 perusahaan digital dari 6.798 pendaftar dengan dukungan 2.316 ahli dan mentor.

Technopreneur dari seluruh Indonesia dapat mendaftarkan solusi digital yang memiliki relevansi masalah, potensi dampak, keunikan inovasi, dan fondasi bisnis untuk bertumbuh hingga 9 November 2026 melalui laman pendaftaran NextDev.

Baca juga: Telkomsel gelar NextDev ke-12 kembangkan inovasi wirausaha berbasis AI

Baca juga: Telkomsel buka peluang startup NextDev terhubung ke program pemerintah

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Rolandus Nampu

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira