Jakarta (ANTARA) - Senantiasa ada yang bisa dipelajari dari orang besar seperti tokoh-tokoh dari Minahasa. Dalam historiografi di tanah air, Minahasa memiliki keunikan tersendiri, karena sempat dipersepsikan sebagai komunitas yang menjadi "anak emas" pemerintah kolonial (Belanda).

Citra seperti itu mirip dengan apa yang terjadi pada warga berlatar belakang tradisi Banyumasan, termasuk Purworejo, yang memiliki posisi khas dalam wacana kemiliteran.

Di era kolonial, banyak warga Banyumas, dan juga Minahasa, yang mendaftar sebagai anggota Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL).

Wilayah Banyumas dan Purworejo, juga Minahasa dan Maluku, sejak lama dikenal sebagai sumber rekrutmen bagi calon anggota KNIL.

Dari sinilah tradisi perwira asal Banyumas itu bermula dan pada satu masa sangat mewarnai sejarah militer di tanah air hingga memunculkan nama besar seperti Jenderal Soedirman, Jenderal Oerip Soemohardjo, dan Jenderal Gatot Soebroto.

Baca juga: I.J. Kasimo dan kedaulatan di atas piring

Namun dalam perkembangannya, terjadi semacam "rebound" ketika figur asal Banyumas dan Minahasa berada di garis depan dalam mempertahankan kemerdekaan, sebagaimana yang diperlihatkan oleh Jenderal Soedirman.

Sementara figur militer dari Minahasa, salah satunya yang patut disebut adalah Kolonel Alex Evert Kawilarang (1920-2000). Meski sudah lama tiada, sejumlah figur asal Minahasa selalu aktual untuk dibicarakan, terutama soal keteladanan mereka.

Harus dikatakan, cara ideal pendidikan politik bagi rakyat adalah keteladanan para pemimpin pada tataran birokrasi, atau lebih sempit lagi, pada lingkup partai.

Kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian (besar) pemimpin dan tokoh partai akan berpotensi menjadi sumber krisis multidimensi yang bakal dialami negeri ini.

Tatkala tokoh panutan sulit ditemukan, pada saat itulah generasi baru akan mencari keteladanan dengan cara mereka sendiri. Itulah sebabnya generasi yang lebih senior sekarang menjadi paham mengapa figur seperti Sutan Sjahrir tidak akan pernah kekurangan pendukung dari generasi baru.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Dr Taufan Hunneman *)

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira