Tanjabbar, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjabbar), Jambi mengharapkan program jaringan gas (jargas) bumi 6.811 sambungan rumah (SR) untuk rumah tangga yang telah selesai dikerjakan dapat segera diaktivasi.
"Pekerjaan konstruksi sudah selesai, namun belum aktivasi, Pemkab berharap jargas yang sudah selesai dibangun dapat segera diaktivasi," kata Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Tanjabbar Suparti di Kuala Tungkal, Kamis.
Ia menjelaskan, meski konstruksi fisik ribuan jaringan telah tuntas, namun fasilitas tersebut hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain mendorong percepatan aktivasi, Pemkab Tanjab Barat juga berharap program pembangunan jargas ini dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.
Lanjut dia, pemerintah setempat mengusulkan agar Kabupaten Tanjab Barat dapat dijadikan prioritas dalam alokasi pembangunan jargas untuk periode berikutnya untuk memperluas jangkauan layanan energi bersih bagi masyarakat setempat.
Karena kehadiran jargas di Kecamatan Tungkal Ilir ini dinilai sangat penting untuk memberikan alternatif energi yang lebih ekonomis, aman, dan ramah lingkungan bagi rumah tangga di daerah tersebut.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses aktivasi dapat segera dituntaskan.
Baca juga: Pemkot Jambi siapkan pengaliran 15.000 sambungan jargas pada Oktober
Baca juga: Legislator Jambi minta Kemen ESDM tambah alokasi jargas Kota Jambi
Sebelumnya, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Katamso telah meminta Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM untuk mempercepat pengoperasian jaringan gas bumi di wilayahnya.
"Perhatian kami, bagaimana infrastruktur yang sudah selesai dibangun ini dapat segera difungsikan. Masyarakat sangat membutuhkan jargas, tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung kegiatan UMKM," ungkapnya.
Katamso menambahkan, selain mendorong pengoperasian jaringan yang ada, Pemkab Tanjabbar juga menambah usulan penambahan 19.750 SR jargas baru yang tersebar di beberapa kecamatan untuk diprioritaskan pada program nasional tahun 2027.
Menurut dia, ekspansi jargas itu penting untuk menekan ketergantungan masyarakat terhadap liquefied petroleum gas (LPG) tabung tiga kilogram bersubsidi, yang pasokan sering langka di pasaran.
"Koordinasi seperti ini penting untuk memastikan pembangunan dari pemerintah pusat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami akan terus mengawal agar jargas yang selesai dapat segera mengalir. Usulan sambungan baru mendapat perhatian," tutupnya.
Baca juga: Lebih murah dan praktis, BPH Migas: Jargas makin diminati
Baca juga: Kementerian ESDM sebut akan ada tambahan 1 juta sambungan jargas
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Agus Suprayitno
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira