Jakarta (ANTARA) - Suzuki Motor Corp. menggeser Honda Motor Co. dari posisi kedua produsen otomotif Jepang dengan penjualan kendaraan global terbanyak pada periode April-September, berdasarkan data yang dirilis delapan produsen otomotif utama Jepang.

Dikutip dari Kyodo, Kamis (29/10) waktu setempat, posisi pertama masih ditempati Toyota Motor Corp. Toyota, produsen otomotif terbesar di dunia berdasarkan volume penjualan, mencatat penurunan penjualan dan produksi global pada semester pertama tahun fiskal untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, di tengah melemahnya permintaan di China.

Penjualan Toyota, termasuk kendaraan merek Lexus, turun 4 persen menjadi 5.059.014 unit, sedangkan produksinya berkurang 1,9 persen menjadi 4.895.406 unit.

Suzuki naik dari posisi keempat pada periode yang sama tahun sebelumnya, didukung peningkatan penjualan di India. Perusahaan tersebut menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar mobil penumpang di negara itu.

Baca juga: Suzuki XL7 tawarkan kepraktisan berkendara di era kendaraan modern

Penjualan global Suzuki meningkat 19,9 persen menjadi 1.824.006 unit pada semester pertama tahun fiskal, sekaligus mencatatkan rekor untuk periode tersebut.

Secara keseluruhan, delapan produsen otomotif utama Jepang menjual 11,83 juta kendaraan di seluruh dunia, turun 1,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Honda mencatat penurunan penjualan global sebesar 4 persen menjadi 1.661.569 unit, dengan penjualan di China merosot hingga separuhnya. Sementara itu, Nissan Motor Co. yang tengah berupaya memulihkan kinerja bisnisnya mencatat penurunan penjualan lebih dari 40 persen di China.

Kenaikan harga bensin akibat krisis di Timur Tengah turut mempercepat pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di China.

Kondisi tersebut membuat Toyota dan produsen otomotif Jepang lainnya menghadapi persaingan ketat dari perusahaan lokal. Penjualan Toyota di China anjlok 25,1 persen.

Penjualan Toyota di luar Jepang selama enam bulan tersebut turun 6,5 persen menjadi 4.256.216 unit. Sementara itu, produksi di luar Jepang berkurang 5,6 persen menjadi 3.215.352 unit.

Baca juga: Saingi China, produsen mobil Jepang pangkas waktu pengembangan

Didukung permintaan yang kuat terhadap kendaraan hibrida, penjualan Toyota di Amerika Utara meningkat 1,8 persen pada semester pertama tahun fiskal, sedangkan penjualan di Eropa naik 1,4 persen.

Mazda Motor Corp., Daihatsu Motor Co., dan Subaru Corp. juga mencatatkan peningkatan penjualan global. Penjualan Mazda naik 1,2 persen menjadi 616.776 unit, Daihatsu meningkat 0,5 persen menjadi 494.759 unit, dan Subaru tumbuh 3,4 persen menjadi 470.379 unit.

Sebaliknya, penjualan global Nissan turun 11,8 persen menjadi 1.355.233 unit, sedangkan Mitsubishi Motors Corp. mengalami penurunan 7 persen menjadi 356.887 unit.

Dari sisi produksi, total kendaraan yang dihasilkan delapan produsen otomotif tersebut mencapai 11,83 juta unit, turun 0,9 persen dibandingkan periode sebelumnya. Namun, produksi kendaraan di dalam negeri Jepang meningkat 2,4 persen menjadi 3,97 juta unit. Demikian disiarkan Kyodo, Kamis (29/10).

Baca juga: Suzuki pakai teknologi baterai BYD untuk mobil listrik kecil e-Sky

Baca juga: Strategi Suzuki hadapi persaingan di industri otomotif

Baca juga: Suzuki masih yakin mobil listrik akan "merusak" karakter Jimny

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Source: ANTARA · Fathur Rochman

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira