Palembang (ANTARA) - Tim Task Force Percepatan Investasi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meluncurkan platform digital Sriwijaya Invest sebagai sarana promosi potensi dan peluang investasi daerah guna mempermudah investor mendapatkan informasi proyek yang siap ditawarkan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Bambang Pramono di Palembang, Selasa, mengatakan platform tersebut akan menjadi etalase investasi secara daring yang memuat berbagai proyek potensial di Sumsel.
"Jadi nanti website itu menjadi etalase secara online. Kita akan sebarluaskan dan melengkapi berbagai proyek yang memang sudah siap ditawarkan kepada investor," katanya.
Ia menjelaskan kehadiran platform tersebut memungkinkan calon investor mengakses informasi peluang investasi di Sumsel sebelum datang langsung ke daerah.
Investor dapat melihat berbagai proyek yang tersedia, mempelajari potensi usaha, hingga menghubungi pihak terkait apabila tertarik untuk menanamkan modal.
Pihaknya juga mendorong dukungan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memperluas promosi proyek investasi Sumsel, termasuk melalui jaringan promosi investasi di luar negeri.
"Kita kemarin mengundang BKPM juga karena mereka sering pergi ke luar negeri untuk promosi. Maka kita minta bantuan agar proyek-proyek yang sudah siap investasi ini bisa kita lengkapi," jelasnya.
Ia berharap Sriwijaya Invest dapat mempermudah upaya pemasaran potensi daerah sekaligus mempertemukan kebutuhan investor dengan peluang usaha yang tersedia di Sumsel.
Dengan demikian, promosi investasi tidak hanya dilakukan melalui pertemuan langsung, tetapi juga didukung akses informasi digital yang dapat dijangkau calon investor dari berbagai wilayah.
Tim Task Force Percepatan Investasi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menawarkan empat proyek investasi hilirisasi komoditas unggulan dengan nilai gabungan mencapai 76 juta dolar AS guna meningkatkan nilai tambah dan daya tarik investasi di daerah itu.
Baca juga: Realisasi investasi Sumsel sepanjang 2025 capai Rp62,67 triliun
Baca juga: Sumsel gelorakan hilirisasi komoditas perkebunan jaga peluang ekonomi
Baca juga: Sumsel dorong hilirisasi karet, siapkan dua produk unggulan
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Ahmad Rafli Baiduri
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira