Jakarta (ANTARA) - Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Gerakan Indonesia Berfitrah (GIF), sebuah inisiatif masyarakat sipil lintas elemen untuk memperkuat ketahanan dan kesehatan generasi muda dan keluarga resmi digulirkan secara nasional.
Anggota Gerakan Indonesia Berfitrah sekaligus Ketua Umum Salimah, Reni Anggrayni, mengatakan momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat penting bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya.
"Semangat Sumpah Pemuda 1928 mengajarkan tentang persatuan, keberanian, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Semangat itu perlu terus diterjemahkan sesuai tantangan zaman yang dihadapi generasi muda saat ini," katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Reni menekankan generasi muda membutuhkan lingkungan yang mendukung kesehatan fisik, kejernihan berpikir, pembentukan karakter, serta penghormatan terhadap martabat manusia.
Baca juga: Istana: Sumpah Pemuda ingatkan persatuan kekuatan utama bangsa
Ia menilai derasnya arus informasi dan perubahan budaya di ruang digital turut menghadirkan tantangan baru bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu, diperlukan ruang edukasi dan dialog yang mengedepankan pengetahuan berbasis bukti ilmiah, komunikasi yang empatik, serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan anak dan remaja.
"Gerakan Indonesia Berfitrah lahir dari kepedulian bersama untuk menghadirkan lingkungan tumbuh kembang yang sehat, aman, dan bermartabat bagi generasi muda. Keluarga, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan berbagai elemen lainnya perlu saling menguatkan," ujarnya.
Sebagai langkah awal, peluncuran GIF ditandai dengan penyediaan sejumlah materi edukasi yang dapat diakses masyarakat. Materi tersebut meliputi silabus deteksi dini dan pendampingan karakter berbasis fitrah untuk satuan pendidikan dan lingkungan asrama, buku panduan bagi siswa dan santri, serta modul pendampingan bagi orang tua.
GIF juga menyiapkan seri literasi kesehatan populer yang membahas kesehatan reproduksi remaja, pencegahan infeksi menular, risiko kecanduan pornografi, serta edukasi mengenai berbagai perilaku seksual berisiko dari perspektif kesehatan dan ketahanan keluarga.
Gerakan Indonesia Berfitrah menyatakan akan mengembangkan pendekatan berbasis bukti atau evidence-based serta memperluas kolaborasi dengan organisasi sosial, organisasi keagamaan lintas kelompok, lingkungan pendidikan, keluarga, komunitas, dan pemangku kebijakan.
Baca juga: Ketua DPR: Pemuda harus lebih didengar dan diberi ruang demi kemajuan
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang sehat, tangguh, berkarakter, dan mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.
Sementara, Pengasuh Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat yang juga pegiat GIF Romo Winarno menyebutkan perilaku seks menyimpang menyisakan dampak negatif sepinya jiwa pada masa lansia.
Aktivis pesantren lansia ini menyebutkan, perilaku seks menyimpang harus dibayar mahal dengan risiko besar kesehatan fisik maupun sepinya jiwa yang berdampak pada kesehatan mental.
"Perilaku sesaat yang menabrak batas moral dan nurani, seperti perilaku seks menyimpang atau LGBTQ sering kali menuntut bayaran termahalnya di masa senja, tubuh yang rapuh oleh penyakit dan jiwa yang sepi tanpa kehormatan," kata Romo Winarno.
Baca juga: GP Ansor sebut Sumpah Pemuda momentum kuasai dan kendalikan teknologi
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Sean Filo Muhamad
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira