Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Barat menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan pelibatan anak untuk meminta uang kepada wisatawan di kawasan Glodok, Kecamatan Tamansari.

Kepala Sudinsos Jakarta Barat Fajar Laksono mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan aparat kewilayahan, termasuk pengurus RT dan RW, untuk menelusuri kondisi anak beserta keluarganya tersebut.

“Apabila ditemukan anak yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan sosial, akan dilakukan asesmen terhadap kondisi sosial, ekonomi, serta lingkungan keluarga untuk menentukan bentuk penanganan yang tepat, dengan mengutamakan perlindungan hak anak,” kata Fajar saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pihaknya juga akan memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga agar tidak melibatkan anak dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu pemenuhan hak dan keselamatan anak.

Sebelumnya, pada Kamis (22/10) malam, Sudinsos Jakarta Barat bersama unsur terkait melakukan penjangkauan dan penyisiran penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di sekitar gerbang Chinatown dan Wihara Dharma Bakti di Jalan Kemenangan III, RT 003/RW 002, Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari.

“Hasil penjangkauan dan penyisiran PMKS terpantau kondusif, nihil dari PMKS,” ungkap Fajar.

Baca juga: Sudinsos Jakbar jaring 929 PMKS selama 2026

Baca juga: Sudinsos Jakbar jaring lebih dari 600 PMKS dalam empat bulan

Baca juga: Gelandangan masih dominasi PMKS di wilayah Jakbar

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Redemptus Elyonai Risky Syukur

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira