Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Pusat memperluas akses pelayanan keluarga berencana (KB) gratis melalui kegiatan kemitraan pelayanan KB dan pembinaan kesertaan KB aktif di RPTRA Melati, Duri Pulo, Gambir, Kamis.

Kepala Suku Dinas (Sudin) PPAPP Jakarta Pusat Novia Silmiati mengatakan kegiatan tersebut merupakan pengembangan program TNI Manunggal KB Kesehatan yang melibatkan TNI, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), tenaga kesehatan, serta jajaran Sudin PPAPP.

“Kolaborasi ini menjadi upaya bersama untuk memastikan masyarakat, khususnya pasangan usia subur, mendapatkan akses pelayanan KB yang mudah dan terjangkau,” kata Novia di Jakarta, Kamis.

Dalam kegiatan tersebut, Sudin PPAPP Jakarta Pusat juga menggelar bazar yang melibatkan Jakpreneur binaan Sudin PPAPP, kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), serta kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Duri Pulo dan Kecamatan Gambir.

Selain itu, pelayanan KB melalui metode operasi wanita (MOW) juga dilaksanakan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan dengan sasaran 10 peserta.

Baca juga: PPAPP Jaksel edukasi KB kepada warga Kampung Pemulung Karang Pola

Novia mengatakan sosialisasi KB secara rutin melalui kelurahan dan kader PKK turut mendukung peningkatan kesertaan KB aktif di Jakarta Pusat.

Edukasi tersebut mencakup penyuluhan KB, pencegahan stunting, serta pembinaan kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

“Walaupun pelayanan KB saat ini sudah cukup baik, kemitraan tetap dibutuhkan. Kami ingin seluruh unsur masyarakat dapat bersinergi dan berkolaborasi agar pelayanan KB terus berjalan optimal, termasuk melalui kerja sama dengan rumah sakit,” ujar Novia.

Sementara itu, Lurah Duri Pulo Herwina Wahyuni mengatakan pihaknya mendukung kegiatan tersebut dengan memfasilitasi tempat dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi.

Dia menyebutkan edukasi mengenai pilihan metode kontrasepsi juga diberikan melalui posyandu, termasuk kepada ibu yang baru melahirkan sehingga dapat menentukan metode KB yang sesuai.

Herwina berharap program KB dapat berkelanjutan sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga untuk mendukung terwujudnya keluarga sehat dan sejahtera.

"Dengan demikian, program tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan mampu melahirkan generasi berkualitas," pungkas Herwina.

Baca juga: Kemendukbangga: Konseling KB perlu lebih adaptif di era digital

Baca juga: Kemendukbangga: KB dan pendidikan perlu beriringan untuk investasi SDM

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Adimas Raditya Fahky P

At a glance

Topic
World
Country
đŸ‡źđŸ‡© ID
Publisher language
ID
Added to Allnira